Jumat, 06 November 2009

moving out

I dont think I could manage having 2 blogs..... so i'm just gonna move all my blog to the other one... moody-ninneta.... so long.........

Minggu, 01 November 2009

Semangat!!!!!!!!!!

Dari kemarin hati gue excited banget, mau memulai sesuatu yang baru. Semoga sih bisa menghasilkan.... Bekerja dan berdoa.

Kadang apa yang kita harapkan nggak selalu jadi kenyataan. Ada aja halangan yang dateng nggak jelas. Dari yang gede sampai yang kecil. Dan nggak semua orang bisa dengan sukses melampaui itu... Semua dimulai dari awal, dari yang kecil ke besar. Dari yang sedikit ke banyak. Dari yang nggak ada menjadi ada....

Umur udah segini baru mau belajar jalan... Nggak papa deh, yang penting semangatnya ada terus. Yang penting niat dan tekadnya kuat. Tuhan pasti kasih jalan buat mereka yang mau usaha... Dan Tuhan pasti kasih jalan buat gue. Sesusah apapun, nggak mungkin nggak ada jalan....

SEMANGAT!!!!!!!!!!!!


menatap masa depan bersama sahabat tercinta, Magnum Classic

Sabtu, 24 Oktober 2009

Rasanya Ironi...

Gue baru aja melihat sebuah tayangan televisi, tentang para santri yang uangnya hilang karena investasi yang tidak jelas. Ada yang teriak-teriak dengan emosi, ada yang sampai berguling-guling. Gue jadi inget juga dengan kondisi salah satu ibu yang jadi stres karena uangnya hilang hampir 15 milliar di Bank Century. Ibu itu naik ke meja dan teriak-teriak sambil kemudian menari-nari dan bernyanyi-nyanyi.

Well, you can tell, that people mourn in their own way...

Beda-beda cara bagaimana orang itu melampiaskan perasaan sedih, berduka ataupun stressnya.

As for me, pada saat gue berduka atau stress, jangan harap akan melihat gue menangis tersedusedan, kecuali memang baru pada saat meledaknya. Gue lebih suka diam dan memendam. Gue juga nggak tau kenapa gue susah sekali membagikan perasaan dan masalah gue. Tapi yang pasti, kalo lo suka membaca tulisan gue, pasti langsung bisa lo tebak gimana suasana hati gue.

Seperti sekarang ini, tulisan-tulisan gue nadanya suram, katanya sedih dan sepertinya hopeless. Please dont ask me to stop writing something that is so attach with my heart and feeling. Karena ini satu-satunya cara gue melampiaskan perasaan gue sejujur-jujurnya...

Seperti akhir-akhir ini, gue tau lo semua pasti peduli sama gue, this is like the lowest point of my life. Dan somehow guys, I am so sorry to say this, I feel so alone. Nobody is around to talk. Well not exactly nobody to talk, i could just call some one, but thats not what I mean, tapi sebenernya yang gue inginkan adalah some companion. Tapi sepertinya gue nggak bisa menuntut semua orang untuk mendahulukan gue kan. Hehehehe..

It's just some disappointment that i feel. Kita emang nggak boleh mengungkit apa yang sudah kita lakukan untuk orang. Kebaikan apa aja yang kita udah berikan. But, i'm sorry again to say this, it's just feel funny, well, Ironic to be exact... Yups, rasanya Ironis banget kalo gue inget how I try to stand by for those who feeling down, sedih karena putus pacar, berantem, kehilangan keluarga, kehilangan harta benda, dan banyak kedukaan yang lainnya, stay around them, try to support them as much as I could, tapi sekarang, saat gue benar-benar down without a strength to stand, Guess what, I am alone. Literally. Sendirian di kamar.

Well, dont get me wrong, i'm not blaming anyone, gue cuma share apa yang gue rasa aja. Wajar kok, karena hidup ini kan semuanya pilihan. Dan kita nggak boleh membuat semua orang memilih kita terus. Itu namanya egois kan... But in my case, a companion or two would be nice....


Love,

Nannette

Kamis, 08 Oktober 2009

Temen? my a*s.....

Friend in need is a friend indeed....

Hmmmm.... itu tuh sebuah pepatah pendek tapi sangat berat dan dalam artinya. Dan believe it or not it's true. Kalo lo nggak percaya, coba aja kepada lingkungan sekitar lo. Terutama lo semua yang adalah top of the list dalam pergaulan. Alias temennya banyak. Kalo lo mau tau yang mana yang adalah temen-temen sejati lo, lo bisa liat mereka lebih jelas saat lo lagi susah.

Kalau kita lagi diatas kejayaan, kekayaan, semuanya deh, pasti banyak orang yang bakalan bertengger di sekitar kita. Kita bakalan ngerasa jadi orang yang paling disukain sama orang seluruh dunia. Rasanya kemana-mana ada aja yang nyapa. Semua orang rasanya mau jadi temen kita. saat album kita laku kejual, saat kita dapet sinetron striping, saat dompet kita lagi tebel, saat kita jadi atasan, kita kayak punya magnet buat orang-orang sekitar kita.

Gue termasuk orang yang nggak punya banyak temen. Temen gue hanya itu-itu aja. Mungkin orang akan bilang gue picky, ya nggak papa deh. Memang kan untuk punya temen yang bisa lo jadiin tempat berbagi segalanya harus melalui proses pemilihan kan. Bohong lah kalo ada yang bilang nggak pernah milih temen.

Gue juga termasuk orang yang sangat loyal dengan teman-teman gue. Gue akan melakukan apa aja buat temen gue. Gue akan membela saat temen2 gue dijelek2in, di fitnah ataupun diapain lah yang jelek2. Itu semua gue lakukan dengan keyakinan bahwa temen-temen gue pun akan melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan. Karena gue memang berharap mereka mencintai gue seperti gue mencintai mereka. Menghargai gue sebagaimana gue ke mereka.



Tapi ternyata, some people just cant appreciate friendship. Kadang orang juga nggak mengerti bahwa mereka lagi disayang, dibela... Gue nggak akan ceritain apa-apa tentang mereka yang menghianati gue dan temen2 gue yang lain. But you know who you are. You just some crazy sonofab*tch, yang hanya bergaul dengan orang-orang yang menguntungkan elo. Seperti lintah, hanya numpang hidup di orang lain. Belum lagi kebiasaan memanfaatkan orang dan mengambil barang orang terus diakuin sebagai punya sendiri... D*mn you are good of taking people for granted...

Kalo hal ini terjadi sama one of you who read this... Trust me, these people just wasting your time and their just not worth it. Then walk away and leave. You'll find better persons to be friend with.....

Take care,

Nannette

Selasa, 08 September 2009

And the answer is.....

the first time i saw you
all the doubt is in my head and eyes
i didn't know what i feel about you
i didn't know what i should do about you


far along the way
we share feelings and life
we fell for each other
and we still do

you make me feel alive
you make me feel like a real woman

you treat me like a precious life
you give more than you can ask

you just do everything




every little thing you do makes me happy

every small thing that count
make me feel like i'm the luckiest woman on earth

every second you have tried to convince me
every day you have tried to love me

and now,
i feel love
something that i thought i cant feel it anymore

now i just cant imagine my day without you
i cant imagine my life without you and the answer is.......

YES....


Beberapa hari yang lalu, waktu Bimo lagi anter gue ke Jakarta naik motor, dia bilang, "nikah yuk yank..." gue sangka ini cuma sebuah ajakan ngobrol. Nggak taunya beberapa hari kemudian, dia follow up, dan gue baru sadar kalau gue dilamar. Lamaran yang paling nggak romantis yang pernah gue denger. Hihihihi.....

dia sedikit ngomel karena gue nggak sensitif... gimana mau sensitif... mana ada orang yang ngelamar kayak gitu.... hehehehehe

Gue sempet ragu dan lainlain. Dengan alasan trauma gue dan lain-lain. Gue harus mengakui bahwa dia adalah jawaban dari semua doa gue. Semua yang gue inginkan ada di dia. He's just simply the best i ever had. Tapi menikah adalah sebuah hal yang serius. Dan bukan sebuah yang bisa dianggap sepele. Apalagi kalau udah pernah gagal.

Gue nggak raguin dia. Gue yakin dengan perasaan dia. Tapi gue justru takut guenya yang nggak bisa bahagiain gue. Dan jujur, perasaan takut akan berakhir seperti yang sudah-sudah menghantui gue. Wah semaleman nggak bisa tidur deh. hehehe... seumur-umur nggak pernah se-nervous ini.

hari ini....

Gue beresin kamar dan beberapa barangnya dia ada di kamar gue, karena dia lagi cari tempat baru. Dan gue menemukan ini....



mungkin ini hanya sebuah buku seperti kelihatannya tapi waktu gue buka dalemnya....



dengan tulisan tangan yang acakadut khas dia, gue baca isinya satu-satu.... ternyata itu semua adalah catatan dari semua sms-an gue sama dia waktu baru PDKT dulu. Ada semua disana. Ada penggalan curhatan dia yang sangat jauh dari kesan sissy tapi sangat menyentuh hati gue. Ada catetan dengan judul "BIG FIGHT WITH NANA =( " isinya sms-an berantem pertama kita. Dia catet semua sifat gue.



dari situ gue realized.... he take me seriously from the beginning....


I was speechless... and cried..... tears of happiness...

Karena gue sekarang jadi yakin, kalau dia yang gue mau, kalau gue safe ditangan dia. Dan yang pasti, gue nggak bisa bayangin orang lain jadi pendamping gue selain dia....

i love you mimmoo.....

*happy*

Minggu, 06 September 2009

Mengalah.... Sabar atau menghindar?

Kemarin salah seorang sahabat gue curhat. Dia dan pasangannya sedang banyak masalah, berantem terus. Rasanya sampai nggak kelar-kelar. Karena kurangnya komunikasi, masalah semakin runyam aja. Yang ada dia jadi stress dan pikirannya kayaknya nggak selesai-selesai. hati nggak damai-damai.

Melelahkan sekali kan rasanya berantem terus sama pacar kita....

Ini adalah sebuah masalah yang pernah gue hadapi juga. Nggak 100 persen sama sih, tapi hampir. Kadang kita suka takut mengkonfrontasi masalah dengan pasangan. Yang akhirnya menyebabkan salah satu dari kita mengalah. Tapi bukan mengalah dengan alasan yang benar. Mengalah bukan karena mau memberikan kesempatan untuk sama-sama mendinginkan kepala. Tapi mengalah karena males kalau masalahnya jadi makin panjang. Ngalah karena males berantem. Ngalah karena males berdebat.

Itu yang salah menurut gue. Karena masalah nggak akan selesai hanya dengan mengalah. Masalah baru bisa selesai kalau kita berdua duduk dan bicara menyelesaikan. Semakin lama kita memendam, menunda untuk menyelesaikan masalah, justru itu akan menjadi lebih besar. Apalagi kalau keulang lagi. Yang ada kekesalan nambah terus. Dan bisa-bisa malah menimbulkan collateral damage yang akhirnya membuat semua nggak bisa dipertahankan lagi.

Wajar sih orang take a break dari semua yang rasa-rasanya menekan. Wajar banget kalau orang butuh waktu untuk menenangkan diri dari segala emosi. Tapi rasanya udah nggak wajar kalau ada masalah hanya dihindari. Pada akhirnya pun bisa-bisa kita nggak punya keahlian untuk menyelesaikan masalah. Perlu banyak latihan untuk bisa mengontrol emosi saat sedang mengkonfrontir sebuah masalah, makanya kalau kita nggak mulai-mulai kapan jagonya. Yang penting kita harus inget, kita berbicara atau berdebat sekalipun, semata-mata untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk mencari kepuasan atau kemenangan.

Dan 1 hal yang penting, kalau rasanya pasangan kita punya kesalahan, kita harus memberitahu mereka. Bukan dengan cara enaknya kita ngasih tau. Tapi dengan cara enaknya dia dikasih tau. Kita harus ngasih tau mereka dengan bahasa yang mereka suka. Gue percaya kalau mereka dikasih tau dengan cara yang tepat, apapun yang kita mau akan mereka lakukan. Jangan hanya didiemin kalau mereka berbuat sesuatu yang menyinggung perasaan kita atau sesuatu yang menyakiti hati kita.

Hubungan itu nggak akan berhasil hanya dengan mengalah dan pengertian. karena kita manusia juga ada batasnya. Ada ketahanannya. Mungkin hanya masalah waktu, tapi akhirnya akan meledak juga kalau di desak terus-terusan. Dan yang namanya pikiran, hanya bisa dikeluarkan dari kepala kita saat masalahnya sudah kita selesaikan.

Mulai sekarang harus selalu berusaha belajar berkomunikasi yang baik dengan pasangan walaupun hubungan sedang berada di masa-masa yang sulit. Harus belajar terus bagaimana menyelesaikan masalah dengan pasangan. Apalagi kalau kita memimpikan hubungan yang kita punya sekarang untuk menjadi selamanya. Karena selamanya nggak mudah dicapai. Makanya kita harus terus latihan..... (dan minum milo setiap hari..... Hehehehehe)

Sabtu, 05 September 2009

2012 KIAMAT???

Gempa bumi terjadi lagi. Hari selasa tanggal 2 September 2009. Titik gempa ada di sekitar Tasikmalaya.






Yah mau dibilang apa lagi, buminya sudah tua, manusianya pun makin banyak. Makin banyak pun bukan berarti makin peduli. Malah makin sembarangan sepertinya.

Setelah kejadian gempa itu, malemnya gue nonton salah satu program di satu stasiun tv swasta, yang menghadirkan beberapa artis ibu kota dan seorang peramal. Mereka membicarakan soal ramalan bahwa tahun 2012 adalah tahun dimana akan terjadinya kiamat. Kalau menurut si peramal itu bahwa memang SUDAH PASTI akan terjadi sekitar tahun itu. Dengan alasan akan ada pemurnian sistem tata surya. Whatever....

Salah seorang temen gue, yang menganut kepercayaan "kiamat2012" itu ngotot ke gue bahwa memang semua sudah bisa diperhitungkan. Bahwa tahun 2012 akan ada planet super besar yang akan menabrak bumi yang akan menyebabkan hilangnya setengah bagian dari bumi ini.



Yah gue hanya bisa tertawa... Sombong sekali rasanya kita manusia menentukan kiamat.

Yah gue sendiri percaya bahwa kiamat akan terjadi saat Tuhan bilang itu terjadi. Kalau memang ada suatu fenomena alam yang membuat kita seperti merasa mengalami kiamat, belum tentu kiamat. Kiamat buat gue, bukan sesuatu yang harus ditebak-tebak kapan datangnya. Tapi kiamat adalah sesuatu yang harus selalu gue inget supaya gue selalu siap-siap dalam iman. Supaya gue selalu waspada.

Ngapain juga kita fokus sama kapan bakalan terjadi kiamat, apa gunanya?

Kalau memang kiamat akan terjadi di 2012 seperti yang diramalkan banyak peramal, terus kenapa?

Itu semua rahasia Tuhan, kita nggak usah deh sok ngerti rahasia Tuhan. AnakNya aja Dia nggak kasih tau, apalagi kita. "Biarlah yang menjadi rahasia Bapa-Ku tetap menjadi Rahasia-Nya" tapi kita harus terus berjaga-jaga.

Gimana kalo ternyata tahun 2011 kita kedatangan tamu yang namanya Blackhole?