Sabtu, 24 Oktober 2009

Rasanya Ironi...

Gue baru aja melihat sebuah tayangan televisi, tentang para santri yang uangnya hilang karena investasi yang tidak jelas. Ada yang teriak-teriak dengan emosi, ada yang sampai berguling-guling. Gue jadi inget juga dengan kondisi salah satu ibu yang jadi stres karena uangnya hilang hampir 15 milliar di Bank Century. Ibu itu naik ke meja dan teriak-teriak sambil kemudian menari-nari dan bernyanyi-nyanyi.

Well, you can tell, that people mourn in their own way...

Beda-beda cara bagaimana orang itu melampiaskan perasaan sedih, berduka ataupun stressnya.

As for me, pada saat gue berduka atau stress, jangan harap akan melihat gue menangis tersedusedan, kecuali memang baru pada saat meledaknya. Gue lebih suka diam dan memendam. Gue juga nggak tau kenapa gue susah sekali membagikan perasaan dan masalah gue. Tapi yang pasti, kalo lo suka membaca tulisan gue, pasti langsung bisa lo tebak gimana suasana hati gue.

Seperti sekarang ini, tulisan-tulisan gue nadanya suram, katanya sedih dan sepertinya hopeless. Please dont ask me to stop writing something that is so attach with my heart and feeling. Karena ini satu-satunya cara gue melampiaskan perasaan gue sejujur-jujurnya...

Seperti akhir-akhir ini, gue tau lo semua pasti peduli sama gue, this is like the lowest point of my life. Dan somehow guys, I am so sorry to say this, I feel so alone. Nobody is around to talk. Well not exactly nobody to talk, i could just call some one, but thats not what I mean, tapi sebenernya yang gue inginkan adalah some companion. Tapi sepertinya gue nggak bisa menuntut semua orang untuk mendahulukan gue kan. Hehehehe..

It's just some disappointment that i feel. Kita emang nggak boleh mengungkit apa yang sudah kita lakukan untuk orang. Kebaikan apa aja yang kita udah berikan. But, i'm sorry again to say this, it's just feel funny, well, Ironic to be exact... Yups, rasanya Ironis banget kalo gue inget how I try to stand by for those who feeling down, sedih karena putus pacar, berantem, kehilangan keluarga, kehilangan harta benda, dan banyak kedukaan yang lainnya, stay around them, try to support them as much as I could, tapi sekarang, saat gue benar-benar down without a strength to stand, Guess what, I am alone. Literally. Sendirian di kamar.

Well, dont get me wrong, i'm not blaming anyone, gue cuma share apa yang gue rasa aja. Wajar kok, karena hidup ini kan semuanya pilihan. Dan kita nggak boleh membuat semua orang memilih kita terus. Itu namanya egois kan... But in my case, a companion or two would be nice....


Love,

Nannette

Kamis, 08 Oktober 2009

Temen? my a*s.....

Friend in need is a friend indeed....

Hmmmm.... itu tuh sebuah pepatah pendek tapi sangat berat dan dalam artinya. Dan believe it or not it's true. Kalo lo nggak percaya, coba aja kepada lingkungan sekitar lo. Terutama lo semua yang adalah top of the list dalam pergaulan. Alias temennya banyak. Kalo lo mau tau yang mana yang adalah temen-temen sejati lo, lo bisa liat mereka lebih jelas saat lo lagi susah.

Kalau kita lagi diatas kejayaan, kekayaan, semuanya deh, pasti banyak orang yang bakalan bertengger di sekitar kita. Kita bakalan ngerasa jadi orang yang paling disukain sama orang seluruh dunia. Rasanya kemana-mana ada aja yang nyapa. Semua orang rasanya mau jadi temen kita. saat album kita laku kejual, saat kita dapet sinetron striping, saat dompet kita lagi tebel, saat kita jadi atasan, kita kayak punya magnet buat orang-orang sekitar kita.

Gue termasuk orang yang nggak punya banyak temen. Temen gue hanya itu-itu aja. Mungkin orang akan bilang gue picky, ya nggak papa deh. Memang kan untuk punya temen yang bisa lo jadiin tempat berbagi segalanya harus melalui proses pemilihan kan. Bohong lah kalo ada yang bilang nggak pernah milih temen.

Gue juga termasuk orang yang sangat loyal dengan teman-teman gue. Gue akan melakukan apa aja buat temen gue. Gue akan membela saat temen2 gue dijelek2in, di fitnah ataupun diapain lah yang jelek2. Itu semua gue lakukan dengan keyakinan bahwa temen-temen gue pun akan melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan. Karena gue memang berharap mereka mencintai gue seperti gue mencintai mereka. Menghargai gue sebagaimana gue ke mereka.



Tapi ternyata, some people just cant appreciate friendship. Kadang orang juga nggak mengerti bahwa mereka lagi disayang, dibela... Gue nggak akan ceritain apa-apa tentang mereka yang menghianati gue dan temen2 gue yang lain. But you know who you are. You just some crazy sonofab*tch, yang hanya bergaul dengan orang-orang yang menguntungkan elo. Seperti lintah, hanya numpang hidup di orang lain. Belum lagi kebiasaan memanfaatkan orang dan mengambil barang orang terus diakuin sebagai punya sendiri... D*mn you are good of taking people for granted...

Kalo hal ini terjadi sama one of you who read this... Trust me, these people just wasting your time and their just not worth it. Then walk away and leave. You'll find better persons to be friend with.....

Take care,

Nannette