Jumat, 28 Agustus 2009

You can do better....

Kemarin gue lagi nonton acara berita di RCTI, bukan Infotainment, kembali ada kabar soal Marshanda. Dia udah balik dari perawatan R.S. Abdi Waluyo. Seneng dengernya. She look healthy dan nggak terganggu dengan keberadaan wartawan yang bejubel nungguin dia . For quite sometime, gue emang ngikutin perkembangan cerita chacha ini. Dan karena dia besar di RCTI, dia nggak hanya hadir di infotainment tapi juga di seputar Indonesia. Dan karena kesamaan penyakit yang dia derita dengan gue dulu, gue harap dia bisa sembuh lebih baik. Seperti gue.

Tapi ada sesuatu yang sangat mengganggu gue kemaren. Waktu pacarnya, VJ Ben, di wawancara. Wartawan nanya, kenapa dia masih bertahan dengan chacha, padahal chacha have somekind of moodswing. Terus dia jawab, "KALO GUE BERTAHAN DENGAN DIA DARI DIA SAKIT SAMPE SEMBUH, GUE TEMENIN, ITU KAN AKAN MEMBERIKAN VALUE JUGA BUAT GUE..."

WHAT THE F**K....?????

Gila ya, untung gue bukan Marshanda. Kalo gue jadi Chacha, udah pasti tuh gue tinggalin tuh lelaki kayak gitu. Nggak penting abis. Cewenya sakit yang dia pikirin hanya VALUE buat dirinya sendiri... Damn... Egois abis tuh orang. You know what, a simple "Karena gue sayang sama dia" is enough you stupid....

Menurut gue, cowo seperti itu tandanya dia nggak bener-bener tulus sayang sama gue. All he care is about himself. Segala sesuatunya dia lakuin hanya demi keuntungan dan kepentingan dirinya sendiri. Bukan untuk kepentingan berdua. or in case like this, kepentingan gue. Gue sih nggak mau berdampingan dengan seorang yang sangat self-centered begitu. Buat apa berhubungan dengan seorang yang hanya mencari Value buat dirinya sendiri. Bukan untuk menjaga dan melindungi gue... hanya mikirin dirinya sendiri. What kind a man is that.....

Mendingan kalo emang lo cuma nyari value buat diri lo sendiri, ambil aja orang gila dan RSJ, terus lo urus deh sampe sembuh. Kan nggak perlu pake hati kalo gitu.... Ngeri aja gue sama cowo kayak gitu. Masalahnya bukan apa-apa, gue sendiri banyak penyakitnya, jadi gue ngeri aja waktu nonton itu. Takutnya kalo suatu saat ada pengakuan dari pacar gue bahwa dia hanya nemenin gue just for the sake of his value..

Gue juga nggak tau why I love her so much. Mungkin karena dia sangat talented dan smart. But i dont know, entah mungkin karena dia nggak liat pacarnya ngomong gitu di tivi atau karena he's just a great actor yang bisa pretend dan pura-pura tulus jadi Chacha, jadi chacha termakan jadi dia masih bertahan sama cowo kayak gitu or i dont know.... something maybe.....
Chacha dear.... You can do better... than just him........

Senin, 24 Agustus 2009

Indonesia di Miss Universe

Bukan bermaksud mengingkari norma-norma yang dianut sama bangsa ini, tapi apa masih pantas kita memprotes pakaian renang yang dipakai para kontestan Indonesia di ajang miss universe. Sepertinya kita sudah harus mulai mempertimbangkannya deh.

Para kontestan diharuskan memakai baju renang, baik 1 piece ataupun 2 piece, tapi itu pun untuk keperluan penilaian, bukan asal pamer aja. Coba liat, dimana mereka memakainya. Kalau mereka pakai bikini untuk jalan ke mall, itu baru harus kita protes. Tapi ini kan dipakai memang di panggung yang nantinya dinilai. Dipakai pun dengan cara yang pantas dan terhormat.

Kalau memang kita harus melarang mereka memakai pakaian renang itu di panggung dunia, hanya karena citra dan martabat kita sebagai bangsa timur yang sarat dengan norma, lebih baik dari awal nggak usah diijinin untuk ikut kontes kecantikan tingkat internasional ini. Yah dulu memang itu kan awalnya. Pada saat Alya Rohali memutuskan untuk berangkat ke ajang miss Universe, kontroversi bukannya sedikit. Semakin lama semakin terbuka mata orang Indonesia, bahwa ajang ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Setelah itu pun setiap tahunnya kita selalu mengirimkan wakil.

alya rohali

Banyak loh yang sudah mempromosikan, paling nggak membuat Indonesia diingat sama dunia Internasional. Mulai dari Artika Sari yang menjadi 15 besar, sampai ke Nadine Chandra yang nggak bisa ngebedain country sama city.... Bohong kalau dibilang pengiriman wakil ke ajang ini nggak membawa keuntungan bagi negara kita.


artika sari

Zivanna Letisha Siregar
, adalah wakil Indonesia yang kesekian di ajang ini. Tapi kali ini kontroversinya kembali hebat karena dia berani memakai pakaian renang 2 piece atau bikini dalam penilaian baju renang. Sama halnya seperti Nadine yang juga berani memakai bikini saat penilaian baju renang. Tapi langsung diganti dengan 2 piece waktu diatas panggung. Nadine pun sempet diancam akan masuk penjara karena telah dianggap merendahkan harkat dan martabat wanita Indonesia. (YEAH RITE...)

nadine "jetlag" chandrawinata

Ayolah, buka mata kita lebih lebar lagi, ini adalah sebuah kontes pemilihan wanita paling 3B (brain, beauty, behaviour), jelas aja kecantikan dan bentuk tubuh harus dinilai. Dan kalau kita memang mau maju, rasanya hal-hal seperti ini harus kita maklumi. Dan kita harus lebih open-minded menghadapi masalah seperti ini. Supaya kita nggak jadi dibelakang terus. Yang dikirim wanitanya cantik-cantik, pinter-pinter. Tapi akhirnya jadi nggak menang karena kebanyakan peraturan dari negara kita. Ini itu dilarang, ini itu salah. Mungkin itu juga kali kenapa Indonesia nggak pernah menang....

Sabtu, 22 Agustus 2009

Malaysia oh Malaysia....

Waktu itu pulau, terus batik, terus lagu, terus reog.... Sekarang tari pendet....







Beberapa hari yang lalu gue baca status dari salah seorang temen gue di facebook, bahwa Malaysia mengklaim (lagi), tari pendet (Bali), bahwa itu adalah milik mereka. Mereka taruh tari pendet di iklan Visit Malaysian. Temen gue dapet info itu dari Detik.com.

Rasanya speechless banget deh. Begitu gue baca artikelnya, salah seorang budayawan kita bilang bahwa itu semua adalah salah dari pemerintah kita. Dan biarin aja itu semua menjadi sebuah pelajaran dan teguran kepada pemerintah kita supaya mereka lebih memperhatikan budaya kita. Nggak cuma olah raga aja.

Mungkin memang bener bahwa pemerintah kita kurang perhatian banget sama budaya-budaya kita. Tapi rasanya sih Malaysia juga udah nggak bisa didiemin deh. Gue bukan berbicara perang loh ya, tapi sepertinya kok kita kayak lagi dijajah ya sama mereka. Ya teroris dari sana melakukan pe-rikrut-an disini, buruh kita abis dibunuh-bunuhin, budaya kita seenak-enaknya aja di klaim sama mereka.

Gue sendiri nggak pernah apatis sama orang-orang Malaysia, beberapa dari mereka sangat baik. Tapi yang sisanya ini loh bikin geram. Yah semoga aja semakin ke depan pemerintah Malaysia semakin tau diri dengan nggak ngeklaim budaya orang sembarangan. Dan semoga juga pemerintah Indonesia semakin mensyukuri keanekaragaman budaya kita dan semakin timbul kesadaran untuk melestarikan itu semua. Dan tentu aja diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia supaya nggak ada lagi yang bisa ngeklaim sembarangan begitu aja.

What is it gonna be...

Gue baru aja selesai abis silahturahmi ke rumah beberapa temen gue dan ke rumah calon mertua. heheheh. Karena setelah sekian lama gue dah nggak ikutan ngumpul sama temen-temen gue, baru tadi gue sempet nge-update berita temen-temen gue yang lain.

Ada salah seorang dari kumpulan kita yang setahu gue sih udah lama putusnya, tapi ternyata mereka masih begitu-begitu aja. Putus nggak pacaran juga nggak jelas. Kalo gue boleh cerita kulit luarnya aja sih, mereka putus karena masing-masing keluarga yang tadinya baik, karena satu dan lain hal jadi nggak baik. Dan selama yang gue tau mereka udah saling nggak cinta. Karena setiap kali curhat pasti saling menjelekkan satu sama lain. Sepertinya udah nggak mungkin mereka bakalan bersatu lagi. Masalahnya sepertinya pelik banget.

Gue agak kaget juga waktu tau mereka ternyata masih sering berhubungan. Entah jenisnya apa, tapi yang pasti sih mereka masih berbagi dengan cara yang nggak bisa dibilang hanya sekedar teman biasa. I know this is none of my bussiness. Tapi I care for them. jadi gue agak sedih juga dengernya.



Kalo menurut gue, saat kita masih attach to eachother, nggak mungkin deh kalo udah nggak ada rasa. Walaupun hanya rasa kasihan aja, pasti tetep masih ada rasa. Cuma kalo hanya karena kasihan terus kita jadi bertahan sama seseorang, untuk apa? apalagi kalau kita tau orang itu masih ada rasa sama kita. Kan kasihan kita ngasih harapan buat dia. Buat gue, sepahit apapun kenyataan, lebih baik gue telen pahitnya daripada gue diberikan kenikmatan tapi semu.

Dan untuk kasus temen gue ini, sepertinya sih mereka masih saling cinta. Cuma mereka lagi ada masalah dan mereka nggak tau gimana harus nyelesaiinnya. Yang ada mereka ngebiarin dan semakin bertumpuk malah jadi kayak gini sekarang. Kalo buat gue itu buang-buang waktu ya. Com'on, make up your mind.. What is it gonna be. Kalo memang udah nggak mau diselesaiin, end it. Daripada cape sendiri. Kalau memang masih cinta, fix it. Work it out. The two of you. Talk. Cari solusi. Selesaikan masalah dan jalan terus berdua.

Seperti yang udah sering gue bilang, love is about adjustment. Lo harus adjust diri lo dengan kepribadian pasangan lo. Ada hal yang memang harus lo korbanin. Begitu juga sebaliknya dengan pasangan lo. Bicarakan mana hal yang masih bisa dimaklumin mana yang nggak. Kalo nggak ketemu juga, udah lo usahakan sampe jungkir balik pun ternyata nggak bisa adjust juga, well face it. Maybe you're not ment to be together....

Sometime you just gotta hold on to eachother then let go one another......

Jumat, 21 Agustus 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat menjalankan ibadah puasaya. Semoga ibadahnya bermanfaat dan membawa berkah. Dan semoga puasanya full ya nggak bolong-bolong. Oh iya, udah aku maafin kok semua kesalahannya... Hehehehehehe

Rabu, 19 Agustus 2009

Pameran Foto dan Jurnalistik MERDEKA

Buat mereka yang masih mengira bahwa kemerdekaan Indonesia adalah sebuah "hadiah", coba deh dateng ke Pasar Baru. Ke Gedungnya Forum Jurnalistik. Gue sih nggak tau persis apa namanya, tapi pokoknya begitu masuk langsung belok kiri dia ada di gedung ke 2. Disana lagi ada pameran Fotografi dan Jurnalistik menjelang proklamasi dan 6 bulan sesudahnya. Disitu ada banyak cetakan-cetakan dari koran-koran jaman dulu dan juga ada foto-foto pejuang.

Ada naskah asli dari tulisan-tulisan para jurnalis ternama. Harsono Tjokroaminoto "Pemuda Islam Bersabiliah" dan Ds. B Probowinoto "Djoega Golongan Keristen Berdjoeang". Parada Harahap "Perdjoeangan Surat Kabar". Dan juga ada tulisan dari salah seorang jurnalis wanita pertama Soekarsih yang berjudul "Boeroeh Wanita dan Perdjoeangan Boeroeh".



Untuk jadi merdeka ternyata bukan hanya gimana caranya supaya ngusir penjajah dari bumi nusantara ini. Tapi juga dengan berjuang memperkuat segala aspek di dalam kehidupan. Sosial, politik, ekonomi dan tentu aja dalam persatuan dan kesatuan. Dan untuk mensukseskan itu semua bukan perkara mudah. Semua rakyat berusaha untuk melawan dengan keahlian masing-masing. Yang jurnalis menulis dan seniman pun mengeluarkan banyak karya seni yang sarat dengan propaganda. Bahkan buruh pun melawan. Rasa persatuan dan kesatuan yang dimiliki saat itu bukan sesuatu yang datang sendiri. Tapi karena ada yang berjuang untuk itu. Dan orang-orang itu adalah yang menghadiahkan kebebasan yang sekarang lo hirup.

Coab dateng deh ke pameran ini. Pasti bisa membuka wawasan kita. Karena yang dipamerkan disana adalah "buku sejarah" yang sebenarnya....

IKLAN PINJAMAN KEPADA RAKYAT UNTUK USAHA


POTONGAN SURAT KABAR MERDEKA


RUANGAN PAMERAN


SALAH SATU ARTIKEL SURAT KABAR TENTANG SUASANA SAAT PEMBACAAN TEKS PROKLAMASI


ARTIKEL OLEH SUTAN SYAHRIR


POSTER MERDEKA


BIMO DI POSTER GARUDA


Jangan mempertanyakan perjuangan mereka hanya karena kita nggak puas dengan keadaan sekarang ini. Kita yang harus bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah memberikan sumbangan aksi yang berguna untuk mengisi kemerdekaan yang sudah mereka perjuangkan. Hentikan sarkasme dan sinisme kepada kemerdekaan kita dan para pejuang kita....

MERDEKA!!!!

Nannette.


NB. Maaf ya fotonya jelek soalnya nggak boleh pake blitz... abis itu langsung rusak lagi kameranya.... :(

Senin, 17 Agustus 2009

Rasanya perjuangan kita yang harus dipertanyakan....

Gue bingung deh, setiap tanggal 17 Agustus, kenapa sih masih banyak dari kita yang bertanya "Apa benar Indonesia sudah merdeka?" Please deh... Buat gue berarti itu nggak menghargai mereka yang berjuang sampai nyawa pun melayang untuk mengusir penjajah dari negara ini. Kasihan sekali mereka yang nafasnya terbuang dengan ujung peluru, berjuang supaya kita bisa bebas dan mendapatkan hak kita sebagai sebuah negara bebas.

Memang benar kemerdekaan itu bukan hanya sebuah kebebasan dari jajahan bangsa lain. Tapi nggak enak aja dibaca dan didengar bahwa kita mempertanyakan kemerdekaan. Kalau ditanya ke gue pribadi, gue pun akan menjawab bahwa indonesia belum merdeka SEPENUHNYA. Tapi pertanyaannya SIAPA YANGSUDAH? apa ada bangsa yang sudah merdeka SEPENUHNYA?

MERDEKA!!!

Kemerdekaan terlalu luas untuk dicapai makna absolut nya. Tapi buat gue, ada baiknya daripada kita selalu mempertanyakan kemerdekaan kita, lebih baik kita berbuat sesuatu, berjuang melawan sesuatu yang memang dirasa sedang menjajah kita.

Yang diperingati hari ini adalah pernyataan bahwa kita, Bangsa Indonesia, menyatakan diri sudah bebas dari penjajahan bangsa asing. Kita sudah memiliki kemerdekaan untuk menjalankan negara ini dengan pemimpin sendiri. Kalaupun memang sekarang ada perjuangan, tentunya untuk 'penjajahan' yang lain. Jangan jadikan peringatan 17 Agustus itu menjadi sebuah hari untuk menghujat keadaan. Hargai mereka yang 64 tahun lalu berhasil mengusir penjajah dari bumi nusantara. KENAPA MASIH MEMPERTANYAKAN PERJUANGAN MEREKA.

SANG PROKLAMATOR,
bayangkan perjuanga mereka, apa yang harus dipertanyakan? rasanya perjuangan kita yang harus dipertanyakan...



Apapun itu, biarin aja deh hari 17 Agustus ini menjadi sebuah moment peringatan, bahwa perjuangan baru akan membuahkan hasil dengan tekad dan kemauan yang kuat. Dan yang pasti, kemerdekaan akan didapatkan dengan perjuangan. Bukan dengan cuma-cuma. Peringatan bahwa, kita sudah punya 1 kemerdekaan. Ayo berjuang untuk mencapai kemerdekaan yang lain.


Jadi menurut gue, ayo deh kita berhenti mempertanyakan perjuangan mereka yang sudah gugur duluan daripada kita. Dan memilih kata-kata yang lebih enak dan bermanfaat. Bukan hanya sekedar menghujat. Perkataan pun harus disertai dengan perjuangan. Supaya kita nggak cuma jadi orang yang nyaring bunyinya kayak tong kosong.

Kalau gue tetap bilang kita sudah merdeka. Dari bangsa asing yang sudah menjajah kita ratusan tahun lamanya. Tapi perjuangan kita belum selesai. 1 dan 2 hal sudah merdeka, tapi perjuangan kita harus lanjut untuk memerdekakan negara ini, bangsa ini dari jajahan kemerosotan moral para koruptor dan para pecandu kuasa. Dari kemiskinan. Dari kebodohan.

Tapi Bukan berarti kita belum merdeka, hanya saja, perjuangan masih amat panjang. Masih banyak kemerdekaan lain yang harus diraih.... Perangi 'penjajah' pikiran. Dimulai dari diri kita sendiri...


MERDEKA....

Jumat, 14 Agustus 2009

Trauma...

Pagi ini, begitu bangun tidur, langsung disambut sama acara gossip di TV (gue emang selalu tidur dengan TV nyala). Gue sebenernya sih bukan seorang penikmat gossip. Tapi pagi ini, apa yang ditayangkan di TV itu sangat menyita perhatian gue. Berita tentang Marshanda dan video-nya yang beredar ramai di Internet.

Marshanda, seorang artis muda Indonesia, sempet naik daun luar biasa dan pewaris bisnis hotel lokal yang lumayan besar juga. Dia mengekspresikan diri dengan teriak-teriak dan bernyanyi sambil menangis. Mencurahkan perasaannya di internet tentang traumanya dan segala sakit hatinya terhadap mantan dan teman-teman SD nya.



I feel so sorry for her. Menurut apa yang suka gue liat selintas di TV dulu-dulu, dia seorang yang sangat dewasa untuk anak seumuran dia. Dan prestasinya di layar kaca pun lumayan gemilang. Setiap kali dia di wawancara selalu bisa muncul dengan jawaban tegas dan sangat firm. Gue nggak nyangka dia ternyata sangat tertekan.

Di berita itu dibilang dia memiliki trauma terhadap perceraian orang tuanya. Dan juga dendam terhadap teman-teman dan mantannya. I could see that she's been hurt inside. Oleh apa gue nggak tau.

Gue jadi berfikir, ini memang bukan kesalahan siapa-siapa. Bukan salah orang tuanya, bukan juga salah anaknya. Perceraian memang sesuatu yang real terjadi. Nggak mungkin seseorang yang memang sudah nggak tahan sama masalah rumah tangganya terus disuruh bertahan terus menjalani itu. Manusia bebas memilih jalan hidupnya. Tapi mungkin yang harus diperhatiin sama orang tua yang bercerai, gimana anak itu berkembang. Apalagi di masa remaja, masa paling rentan. Paling lemah. Paling labil.

Emang nggak harus diintilin terus kemana anak kita pergi, tapi paling nggak bener-bener diawasin. Dan gue rasa pembatasan juga harus ada deh. Jangan atas nama memberi kebebasan semuanya diperbolehkan. Karena walaupun keliatan kuat, gue yakin bahwa kebanyakan anak2 yang dari broken home family, lebih labil dari yang lain. Nggak bisa dipungkirin, bahwa seorang anak yang ditinggal orang tuanya bercerai (bukan meninggal loh ya) butuh perhatian yang lebih. Karena mereka pasti akan mulai membandingkan diri dan teman2nya. Gue ngerasain banget itu sama diri gue. Untung gue punya keluarga yang bantu gue 24/7. Kalau memang mampu, pergi ke seorang psikolog anak juga bagus. Bukan karena kita rasa anak kita bakalan stres atau apa gitu, tapi itu sangat baik juga untuk kita supaya kita juga kenal sama anak kita dan kita tau bagaimana menghandle dia. Jadi kita nggak perlu menghadapi hal yang nggak perlu kita hadapin. Apalagi seiring dengan waktu anak-anak kita pasti akan mengalami masalahnya sendiri.

Well, i'm not an expert on this, tapi menurut gue Marshanda is extremely overloaded. Dengan masalah-masalahnya, kariernya, dan trauma-traumanya. Dan orangtuanya mungkin dengan segala masalahnya nggak terlalu tau gimana caranya menghandle anak-anak dengan trauma, atau bahkan dia nggak tau kalo anaknya trauma. Jangan sepelekan trauma masa kecil, karena itu bisa terbawa sampai tua. 1 trauma kecil aja bisa mengakibatkan banyak hal negatif.


Cepet sembuh Marshanda....

Rabu, 05 Agustus 2009

Kematiannya atau Perpisahannya?

Kematian, buat gue bukan sesuatu yang harus ditakuti. Kalau ditanya alasannya apa, mungkin jawaban gue klise. Sangat klise. Karena kita adalah orang yang beriman. Tapi memang benar, kematian ditakuti mungkin hanya karena suatu ketidakpastian akan apa yang menunggu kita dibalik sana. Gue sendiri kalau ditanya, gue tidak takut akan kematian. Tapi mungkin, perpisahan lebih menakutkan gue daripada kematian itu sendiri. Padahal sih kalau di agama gue, itu sama aja. Kita nggak perlu khawatir akan hari esok.

Kalau gue pribadi, gue masih suka menghawatirkan, bagaimana jadinya anak gue, adik gue yang masih kecil. Apalagi waktu gue didiagnosa mengidap kanker. Bukan kematian yang pertama mampir ke pikiran gue. Tapi justru adalah kalau gue kalah dengan penyakit ini bagaimana nasib anak gue. Mana gue adalah seorang single parent. Siapa nanti yang urus. Ini memang adalah sesuatu yang manusiawi. Melihat banyak masa depan seseorang hancur kala ditinggal orang tuanya. Tapi itulah, segala sesuatu pasti terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Apa yang sudah Tuhan biarkan untuk terjadi, memang itu sudah Tuhan rancang karena Dia mengerti bahwa kita kuat untuk menjalani semuanya, bahkan perpisahan yang paling berat sekalipun.

Sacha, anak gue dan Diego, adik gue

Seperti yang udah pernah gue bilang di note facebook gue, kematian adalah permulaan dari hidup yang baru. Yang lebih indah bersama Tuhan. Mereka yang diambil karena Tuhan sayang, Tuhan ingin memberikan tempat yang lebih baik buat mereka, yaitu disampingnya...




TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA IBUNDA DARI
MERY DANIATI TUHAN PELIHARA YANG DITINGGALKAN DAN MEMBERIKAN PENGHIBURAN SELALU




XOXO,

Nannette


Selasa, 04 Agustus 2009

Bahasaku Tercemar... -kataorang-

Hari ini santai di atas tempat tidur seharian. Jadi kerjaannya nonton tivi aja seharian. Hari ini ada berita duka, Mbah Surip, si penghasil 4,5 miliar itu meninggal. Kena serangan jantung. Dan hari ini salah satu acara gosip ternama di Indonesia ulang tahun. Dalam rangka kebutuhan akan entertainment, gue menyimak acara ulang tahun mereka.



Betapa ternyata tivi sekelas itu masih bisa melakukan banyak kesalahan. Suara bocor sana-sini. Masa suara MC yang lagi di spot kamera nggak kedengeran, yang kedengeran malah suara MC lain yang lagi mendiskusikan mau ngomong apa nantinya. Dan sepertinya pembaca nominasinya nggak di briefing kali ya. Sambil bacain nominasi malah celingak celinguk ke belakang. Aduh pokoknya kacau banget deh. Anting main hostnya jatuh terus. Terus banyak yang kosong. Aduh pokoknya jadi nggak jelas deh.

Terus biasa deh penyakit masyarakat Indonesia, termasuk gue, menggunakan sebagian bahasa Indonesia sebagian bahasa Inggris. Gue sih nggak ada masalah dengan hal itu, soalnya gue juga masih begitu. Tapi yang gue permasalahkan adalah kenapa udah tau mau menggunakan bahasa Inggris, mbo' ya di prepare yang baik gitu loh bahasa Inggrisnya biar nggak malu2in. Apalagi kan masuk tivi. Masak Nominee dibilangnya "dan nominate nya adalah...."

Bukannya gue bangga dengan kemampuan bahasa Inggris gue, tapi paling nggak, kalau tepat kan nggak mengundang kontroversi gitu loh... (macam ada yang peduli aja net.....)

Gue juga bingung ya, kenapa gue nggak bisa menghentikan kebiasaan buruk gue menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Bukannya gue nggak cinta loh sama keberadaan bahasa gue, tapi kadang ada beberapa bahasa yang gue merasa lebih tepat kalau menggunakan bahasa Inggris. Tapi gue berjanji akan sesegera mungkin menghentikan kebiasaan gue mencampuradukkan bahasa gue. Kalo kata slogan kampanye "Hentikan mencemari bahasa Indonesia"....

Sangat bangga menjadi Indonesia......