Jumat, 06 November 2009
moving out
I dont think I could manage having 2 blogs..... so i'm just gonna move all my blog to the other one... moody-ninneta.... so long.........
Minggu, 01 November 2009
Semangat!!!!!!!!!!
Dari kemarin hati gue excited banget, mau memulai sesuatu yang baru. Semoga sih bisa menghasilkan.... Bekerja dan berdoa.
Kadang apa yang kita harapkan nggak selalu jadi kenyataan. Ada aja halangan yang dateng nggak jelas. Dari yang gede sampai yang kecil. Dan nggak semua orang bisa dengan sukses melampaui itu... Semua dimulai dari awal, dari yang kecil ke besar. Dari yang sedikit ke banyak. Dari yang nggak ada menjadi ada....
Umur udah segini baru mau belajar jalan... Nggak papa deh, yang penting semangatnya ada terus. Yang penting niat dan tekadnya kuat. Tuhan pasti kasih jalan buat mereka yang mau usaha... Dan Tuhan pasti kasih jalan buat gue. Sesusah apapun, nggak mungkin nggak ada jalan....
SEMANGAT!!!!!!!!!!!!
Sabtu, 24 Oktober 2009
Rasanya Ironi...
Gue baru aja melihat sebuah tayangan televisi, tentang para santri yang uangnya hilang karena investasi yang tidak jelas. Ada yang teriak-teriak dengan emosi, ada yang sampai berguling-guling. Gue jadi inget juga dengan kondisi salah satu ibu yang jadi stres karena uangnya hilang hampir 15 milliar di Bank Century. Ibu itu naik ke meja dan teriak-teriak sambil kemudian menari-nari dan bernyanyi-nyanyi.
Well, you can tell, that people mourn in their own way...
Beda-beda cara bagaimana orang itu melampiaskan perasaan sedih, berduka ataupun stressnya.
As for me, pada saat gue berduka atau stress, jangan harap akan melihat gue menangis tersedusedan, kecuali memang baru pada saat meledaknya. Gue lebih suka diam dan memendam. Gue juga nggak tau kenapa gue susah sekali membagikan perasaan dan masalah gue. Tapi yang pasti, kalo lo suka membaca tulisan gue, pasti langsung bisa lo tebak gimana suasana hati gue.
Seperti sekarang ini, tulisan-tulisan gue nadanya suram, katanya sedih dan sepertinya hopeless. Please dont ask me to stop writing something that is so attach with my heart and feeling. Karena ini satu-satunya cara gue melampiaskan perasaan gue sejujur-jujurnya...
Seperti akhir-akhir ini, gue tau lo semua pasti peduli sama gue, this is like the lowest point of my life. Dan somehow guys, I am so sorry to say this, I feel so alone. Nobody is around to talk. Well not exactly nobody to talk, i could just call some one, but thats not what I mean, tapi sebenernya yang gue inginkan adalah some companion. Tapi sepertinya gue nggak bisa menuntut semua orang untuk mendahulukan gue kan. Hehehehe..
It's just some disappointment that i feel. Kita emang nggak boleh mengungkit apa yang sudah kita lakukan untuk orang. Kebaikan apa aja yang kita udah berikan. But, i'm sorry again to say this, it's just feel funny, well, Ironic to be exact... Yups, rasanya Ironis banget kalo gue inget how I try to stand by for those who feeling down, sedih karena putus pacar, berantem, kehilangan keluarga, kehilangan harta benda, dan banyak kedukaan yang lainnya, stay around them, try to support them as much as I could, tapi sekarang, saat gue benar-benar down without a strength to stand, Guess what, I am alone. Literally. Sendirian di kamar.
Well, dont get me wrong, i'm not blaming anyone, gue cuma share apa yang gue rasa aja. Wajar kok, karena hidup ini kan semuanya pilihan. Dan kita nggak boleh membuat semua orang memilih kita terus. Itu namanya egois kan... But in my case, a companion or two would be nice....
Love,
Nannette
Kamis, 08 Oktober 2009
Temen? my a*s.....
Friend in need is a friend indeed....
Hmmmm.... itu tuh sebuah pepatah pendek tapi sangat berat dan dalam artinya. Dan believe it or not it's true. Kalo lo nggak percaya, coba aja kepada lingkungan sekitar lo. Terutama lo semua yang adalah top of the list dalam pergaulan. Alias temennya banyak. Kalo lo mau tau yang mana yang adalah temen-temen sejati lo, lo bisa liat mereka lebih jelas saat lo lagi susah.
Kalau kita lagi diatas kejayaan, kekayaan, semuanya deh, pasti banyak orang yang bakalan bertengger di sekitar kita. Kita bakalan ngerasa jadi orang yang paling disukain sama orang seluruh dunia. Rasanya kemana-mana ada aja yang nyapa. Semua orang rasanya mau jadi temen kita. saat album kita laku kejual, saat kita dapet sinetron striping, saat dompet kita lagi tebel, saat kita jadi atasan, kita kayak punya magnet buat orang-orang sekitar kita.
Gue termasuk orang yang nggak punya banyak temen. Temen gue hanya itu-itu aja. Mungkin orang akan bilang gue picky, ya nggak papa deh. Memang kan untuk punya temen yang bisa lo jadiin tempat berbagi segalanya harus melalui proses pemilihan kan. Bohong lah kalo ada yang bilang nggak pernah milih temen.
Gue juga termasuk orang yang sangat loyal dengan teman-teman gue. Gue akan melakukan apa aja buat temen gue. Gue akan membela saat temen2 gue dijelek2in, di fitnah ataupun diapain lah yang jelek2. Itu semua gue lakukan dengan keyakinan bahwa temen-temen gue pun akan melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan. Karena gue memang berharap mereka mencintai gue seperti gue mencintai mereka. Menghargai gue sebagaimana gue ke mereka.

Tapi ternyata, some people just cant appreciate friendship. Kadang orang juga nggak mengerti bahwa mereka lagi disayang, dibela... Gue nggak akan ceritain apa-apa tentang mereka yang menghianati gue dan temen2 gue yang lain. But you know who you are. You just some crazy sonofab*tch, yang hanya bergaul dengan orang-orang yang menguntungkan elo. Seperti lintah, hanya numpang hidup di orang lain. Belum lagi kebiasaan memanfaatkan orang dan mengambil barang orang terus diakuin sebagai punya sendiri... D*mn you are good of taking people for granted...
Kalo hal ini terjadi sama one of you who read this... Trust me, these people just wasting your time and their just not worth it. Then walk away and leave. You'll find better persons to be friend with.....
Take care,
Nannette
Hmmmm.... itu tuh sebuah pepatah pendek tapi sangat berat dan dalam artinya. Dan believe it or not it's true. Kalo lo nggak percaya, coba aja kepada lingkungan sekitar lo. Terutama lo semua yang adalah top of the list dalam pergaulan. Alias temennya banyak. Kalo lo mau tau yang mana yang adalah temen-temen sejati lo, lo bisa liat mereka lebih jelas saat lo lagi susah.
Kalau kita lagi diatas kejayaan, kekayaan, semuanya deh, pasti banyak orang yang bakalan bertengger di sekitar kita. Kita bakalan ngerasa jadi orang yang paling disukain sama orang seluruh dunia. Rasanya kemana-mana ada aja yang nyapa. Semua orang rasanya mau jadi temen kita. saat album kita laku kejual, saat kita dapet sinetron striping, saat dompet kita lagi tebel, saat kita jadi atasan, kita kayak punya magnet buat orang-orang sekitar kita.
Gue termasuk orang yang nggak punya banyak temen. Temen gue hanya itu-itu aja. Mungkin orang akan bilang gue picky, ya nggak papa deh. Memang kan untuk punya temen yang bisa lo jadiin tempat berbagi segalanya harus melalui proses pemilihan kan. Bohong lah kalo ada yang bilang nggak pernah milih temen.
Gue juga termasuk orang yang sangat loyal dengan teman-teman gue. Gue akan melakukan apa aja buat temen gue. Gue akan membela saat temen2 gue dijelek2in, di fitnah ataupun diapain lah yang jelek2. Itu semua gue lakukan dengan keyakinan bahwa temen-temen gue pun akan melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan. Karena gue memang berharap mereka mencintai gue seperti gue mencintai mereka. Menghargai gue sebagaimana gue ke mereka.

Tapi ternyata, some people just cant appreciate friendship. Kadang orang juga nggak mengerti bahwa mereka lagi disayang, dibela... Gue nggak akan ceritain apa-apa tentang mereka yang menghianati gue dan temen2 gue yang lain. But you know who you are. You just some crazy sonofab*tch, yang hanya bergaul dengan orang-orang yang menguntungkan elo. Seperti lintah, hanya numpang hidup di orang lain. Belum lagi kebiasaan memanfaatkan orang dan mengambil barang orang terus diakuin sebagai punya sendiri... D*mn you are good of taking people for granted...
Kalo hal ini terjadi sama one of you who read this... Trust me, these people just wasting your time and their just not worth it. Then walk away and leave. You'll find better persons to be friend with.....
Take care,
Nannette
Selasa, 08 September 2009
And the answer is.....
the first time i saw you
all the doubt is in my head and eyes
i didn't know what i feel about you
i didn't know what i should do about you
far along the way
we share feelings and life
we fell for each other
and we still do
you make me feel alive
you make me feel like a real woman
you treat me like a precious life
you give more than you can ask
you just do everything

every little thing you do makes me happy
every small thing that count
make me feel like i'm the luckiest woman on earth
every second you have tried to convince me
every day you have tried to love me
and now,
i feel love something that i thought i cant feel it anymore
now i just cant imagine my day without you
i cant imagine my life without you and the answer is.......
YES....
Beberapa hari yang lalu, waktu Bimo lagi anter gue ke Jakarta naik motor, dia bilang, "nikah yuk yank..." gue sangka ini cuma sebuah ajakan ngobrol. Nggak taunya beberapa hari kemudian, dia follow up, dan gue baru sadar kalau gue dilamar. Lamaran yang paling nggak romantis yang pernah gue denger. Hihihihi.....
dia sedikit ngomel karena gue nggak sensitif... gimana mau sensitif... mana ada orang yang ngelamar kayak gitu.... hehehehehe
Gue sempet ragu dan lainlain. Dengan alasan trauma gue dan lain-lain. Gue harus mengakui bahwa dia adalah jawaban dari semua doa gue. Semua yang gue inginkan ada di dia. He's just simply the best i ever had. Tapi menikah adalah sebuah hal yang serius. Dan bukan sebuah yang bisa dianggap sepele. Apalagi kalau udah pernah gagal.
Gue nggak raguin dia. Gue yakin dengan perasaan dia. Tapi gue justru takut guenya yang nggak bisa bahagiain gue. Dan jujur, perasaan takut akan berakhir seperti yang sudah-sudah menghantui gue. Wah semaleman nggak bisa tidur deh. hehehe... seumur-umur nggak pernah se-nervous ini.
all the doubt is in my head and eyes
i didn't know what i feel about you
i didn't know what i should do about you
far along the way
we share feelings and life
we fell for each other
and we still do
you make me feel alive
you make me feel like a real woman
you treat me like a precious life
you give more than you can ask
you just do everything

every little thing you do makes me happy
every small thing that count
make me feel like i'm the luckiest woman on earth
every second you have tried to convince me
every day you have tried to love me
and now,
i feel love something that i thought i cant feel it anymore
now i just cant imagine my day without you
i cant imagine my life without you and the answer is.......
YES....
Beberapa hari yang lalu, waktu Bimo lagi anter gue ke Jakarta naik motor, dia bilang, "nikah yuk yank..." gue sangka ini cuma sebuah ajakan ngobrol. Nggak taunya beberapa hari kemudian, dia follow up, dan gue baru sadar kalau gue dilamar. Lamaran yang paling nggak romantis yang pernah gue denger. Hihihihi.....
dia sedikit ngomel karena gue nggak sensitif... gimana mau sensitif... mana ada orang yang ngelamar kayak gitu.... hehehehehe
Gue sempet ragu dan lainlain. Dengan alasan trauma gue dan lain-lain. Gue harus mengakui bahwa dia adalah jawaban dari semua doa gue. Semua yang gue inginkan ada di dia. He's just simply the best i ever had. Tapi menikah adalah sebuah hal yang serius. Dan bukan sebuah yang bisa dianggap sepele. Apalagi kalau udah pernah gagal.
Gue nggak raguin dia. Gue yakin dengan perasaan dia. Tapi gue justru takut guenya yang nggak bisa bahagiain gue. Dan jujur, perasaan takut akan berakhir seperti yang sudah-sudah menghantui gue. Wah semaleman nggak bisa tidur deh. hehehe... seumur-umur nggak pernah se-nervous ini.
hari ini....
Gue beresin kamar dan beberapa barangnya dia ada di kamar gue, karena dia lagi cari tempat baru. Dan gue menemukan ini....

mungkin ini hanya sebuah buku seperti kelihatannya tapi waktu gue buka dalemnya....

dengan tulisan tangan yang acakadut khas dia, gue baca isinya satu-satu.... ternyata itu semua adalah catatan dari semua sms-an gue sama dia waktu baru PDKT dulu. Ada semua disana. Ada penggalan curhatan dia yang sangat jauh dari kesan sissy tapi sangat menyentuh hati gue. Ada catetan dengan judul "BIG FIGHT WITH NANA =( " isinya sms-an berantem pertama kita. Dia catet semua sifat gue.

dari situ gue realized.... he take me seriously from the beginning....
I was speechless... and cried..... tears of happiness...
Karena gue sekarang jadi yakin, kalau dia yang gue mau, kalau gue safe ditangan dia. Dan yang pasti, gue nggak bisa bayangin orang lain jadi pendamping gue selain dia....
*happy*
Gue beresin kamar dan beberapa barangnya dia ada di kamar gue, karena dia lagi cari tempat baru. Dan gue menemukan ini....

mungkin ini hanya sebuah buku seperti kelihatannya tapi waktu gue buka dalemnya....

dengan tulisan tangan yang acakadut khas dia, gue baca isinya satu-satu.... ternyata itu semua adalah catatan dari semua sms-an gue sama dia waktu baru PDKT dulu. Ada semua disana. Ada penggalan curhatan dia yang sangat jauh dari kesan sissy tapi sangat menyentuh hati gue. Ada catetan dengan judul "BIG FIGHT WITH NANA =( " isinya sms-an berantem pertama kita. Dia catet semua sifat gue.

dari situ gue realized.... he take me seriously from the beginning....
I was speechless... and cried..... tears of happiness...
Karena gue sekarang jadi yakin, kalau dia yang gue mau, kalau gue safe ditangan dia. Dan yang pasti, gue nggak bisa bayangin orang lain jadi pendamping gue selain dia....
i love you mimmoo.....
*happy*
Minggu, 06 September 2009
Mengalah.... Sabar atau menghindar?
Kemarin salah seorang sahabat gue curhat. Dia dan pasangannya sedang banyak masalah, berantem terus. Rasanya sampai nggak kelar-kelar. Karena kurangnya komunikasi, masalah semakin runyam aja. Yang ada dia jadi stress dan pikirannya kayaknya nggak selesai-selesai. hati nggak damai-damai.
Melelahkan sekali kan rasanya berantem terus sama pacar kita....
Ini adalah sebuah masalah yang pernah gue hadapi juga. Nggak 100 persen sama sih, tapi hampir. Kadang kita suka takut mengkonfrontasi masalah dengan pasangan. Yang akhirnya menyebabkan salah satu dari kita mengalah. Tapi bukan mengalah dengan alasan yang benar. Mengalah bukan karena mau memberikan kesempatan untuk sama-sama mendinginkan kepala. Tapi mengalah karena males kalau masalahnya jadi makin panjang. Ngalah karena males berantem. Ngalah karena males berdebat.
Itu yang salah menurut gue. Karena masalah nggak akan selesai hanya dengan mengalah. Masalah baru bisa selesai kalau kita berdua duduk dan bicara menyelesaikan. Semakin lama kita memendam, menunda untuk menyelesaikan masalah, justru itu akan menjadi lebih besar. Apalagi kalau keulang lagi. Yang ada kekesalan nambah terus. Dan bisa-bisa malah menimbulkan collateral damage yang akhirnya membuat semua nggak bisa dipertahankan lagi.
Wajar sih orang take a break dari semua yang rasa-rasanya menekan. Wajar banget kalau orang butuh waktu untuk menenangkan diri dari segala emosi. Tapi rasanya udah nggak wajar kalau ada masalah hanya dihindari. Pada akhirnya pun bisa-bisa kita nggak punya keahlian untuk menyelesaikan masalah. Perlu banyak latihan untuk bisa mengontrol emosi saat sedang mengkonfrontir sebuah masalah, makanya kalau kita nggak mulai-mulai kapan jagonya. Yang penting kita harus inget, kita berbicara atau berdebat sekalipun, semata-mata untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk mencari kepuasan atau kemenangan.
Dan 1 hal yang penting, kalau rasanya pasangan kita punya kesalahan, kita harus memberitahu mereka. Bukan dengan cara enaknya kita ngasih tau. Tapi dengan cara enaknya dia dikasih tau. Kita harus ngasih tau mereka dengan bahasa yang mereka suka. Gue percaya kalau mereka dikasih tau dengan cara yang tepat, apapun yang kita mau akan mereka lakukan. Jangan hanya didiemin kalau mereka berbuat sesuatu yang menyinggung perasaan kita atau sesuatu yang menyakiti hati kita.
Hubungan itu nggak akan berhasil hanya dengan mengalah dan pengertian. karena kita manusia juga ada batasnya. Ada ketahanannya. Mungkin hanya masalah waktu, tapi akhirnya akan meledak juga kalau di desak terus-terusan. Dan yang namanya pikiran, hanya bisa dikeluarkan dari kepala kita saat masalahnya sudah kita selesaikan.
Mulai sekarang harus selalu berusaha belajar berkomunikasi yang baik dengan pasangan walaupun hubungan sedang berada di masa-masa yang sulit. Harus belajar terus bagaimana menyelesaikan masalah dengan pasangan. Apalagi kalau kita memimpikan hubungan yang kita punya sekarang untuk menjadi selamanya. Karena selamanya nggak mudah dicapai. Makanya kita harus terus latihan..... (dan minum milo setiap hari..... Hehehehehe)
Melelahkan sekali kan rasanya berantem terus sama pacar kita....
Ini adalah sebuah masalah yang pernah gue hadapi juga. Nggak 100 persen sama sih, tapi hampir. Kadang kita suka takut mengkonfrontasi masalah dengan pasangan. Yang akhirnya menyebabkan salah satu dari kita mengalah. Tapi bukan mengalah dengan alasan yang benar. Mengalah bukan karena mau memberikan kesempatan untuk sama-sama mendinginkan kepala. Tapi mengalah karena males kalau masalahnya jadi makin panjang. Ngalah karena males berantem. Ngalah karena males berdebat.
Itu yang salah menurut gue. Karena masalah nggak akan selesai hanya dengan mengalah. Masalah baru bisa selesai kalau kita berdua duduk dan bicara menyelesaikan. Semakin lama kita memendam, menunda untuk menyelesaikan masalah, justru itu akan menjadi lebih besar. Apalagi kalau keulang lagi. Yang ada kekesalan nambah terus. Dan bisa-bisa malah menimbulkan collateral damage yang akhirnya membuat semua nggak bisa dipertahankan lagi.
Wajar sih orang take a break dari semua yang rasa-rasanya menekan. Wajar banget kalau orang butuh waktu untuk menenangkan diri dari segala emosi. Tapi rasanya udah nggak wajar kalau ada masalah hanya dihindari. Pada akhirnya pun bisa-bisa kita nggak punya keahlian untuk menyelesaikan masalah. Perlu banyak latihan untuk bisa mengontrol emosi saat sedang mengkonfrontir sebuah masalah, makanya kalau kita nggak mulai-mulai kapan jagonya. Yang penting kita harus inget, kita berbicara atau berdebat sekalipun, semata-mata untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk mencari kepuasan atau kemenangan.
Dan 1 hal yang penting, kalau rasanya pasangan kita punya kesalahan, kita harus memberitahu mereka. Bukan dengan cara enaknya kita ngasih tau. Tapi dengan cara enaknya dia dikasih tau. Kita harus ngasih tau mereka dengan bahasa yang mereka suka. Gue percaya kalau mereka dikasih tau dengan cara yang tepat, apapun yang kita mau akan mereka lakukan. Jangan hanya didiemin kalau mereka berbuat sesuatu yang menyinggung perasaan kita atau sesuatu yang menyakiti hati kita.
Hubungan itu nggak akan berhasil hanya dengan mengalah dan pengertian. karena kita manusia juga ada batasnya. Ada ketahanannya. Mungkin hanya masalah waktu, tapi akhirnya akan meledak juga kalau di desak terus-terusan. Dan yang namanya pikiran, hanya bisa dikeluarkan dari kepala kita saat masalahnya sudah kita selesaikan.
Mulai sekarang harus selalu berusaha belajar berkomunikasi yang baik dengan pasangan walaupun hubungan sedang berada di masa-masa yang sulit. Harus belajar terus bagaimana menyelesaikan masalah dengan pasangan. Apalagi kalau kita memimpikan hubungan yang kita punya sekarang untuk menjadi selamanya. Karena selamanya nggak mudah dicapai. Makanya kita harus terus latihan..... (dan minum milo setiap hari..... Hehehehehe)
Sabtu, 05 September 2009
2012 KIAMAT???
Gempa bumi terjadi lagi. Hari selasa tanggal 2 September 2009. Titik gempa ada di sekitar Tasikmalaya.
Yah mau dibilang apa lagi, buminya sudah tua, manusianya pun makin banyak. Makin banyak pun bukan berarti makin peduli. Malah makin sembarangan sepertinya.
Setelah kejadian gempa itu, malemnya gue nonton salah satu program di satu stasiun tv swasta, yang menghadirkan beberapa artis ibu kota dan seorang peramal. Mereka membicarakan soal ramalan bahwa tahun 2012 adalah tahun dimana akan terjadinya kiamat. Kalau menurut si peramal itu bahwa memang SUDAH PASTI akan terjadi sekitar tahun itu. Dengan alasan akan ada pemurnian sistem tata surya. Whatever....
Salah seorang temen gue, yang menganut kepercayaan "kiamat2012" itu ngotot ke gue bahwa memang semua sudah bisa diperhitungkan. Bahwa tahun 2012 akan ada planet super besar yang akan menabrak bumi yang akan menyebabkan hilangnya setengah bagian dari bumi ini.

Yah gue hanya bisa tertawa... Sombong sekali rasanya kita manusia menentukan kiamat.
Yah gue sendiri percaya bahwa kiamat akan terjadi saat Tuhan bilang itu terjadi. Kalau memang ada suatu fenomena alam yang membuat kita seperti merasa mengalami kiamat, belum tentu kiamat. Kiamat buat gue, bukan sesuatu yang harus ditebak-tebak kapan datangnya. Tapi kiamat adalah sesuatu yang harus selalu gue inget supaya gue selalu siap-siap dalam iman. Supaya gue selalu waspada.
Ngapain juga kita fokus sama kapan bakalan terjadi kiamat, apa gunanya?
Kalau memang kiamat akan terjadi di 2012 seperti yang diramalkan banyak peramal, terus kenapa?
Itu semua rahasia Tuhan, kita nggak usah deh sok ngerti rahasia Tuhan. AnakNya aja Dia nggak kasih tau, apalagi kita. "Biarlah yang menjadi rahasia Bapa-Ku tetap menjadi Rahasia-Nya" tapi kita harus terus berjaga-jaga.
Gimana kalo ternyata tahun 2011 kita kedatangan tamu yang namanya Blackhole?
Yah mau dibilang apa lagi, buminya sudah tua, manusianya pun makin banyak. Makin banyak pun bukan berarti makin peduli. Malah makin sembarangan sepertinya.
Setelah kejadian gempa itu, malemnya gue nonton salah satu program di satu stasiun tv swasta, yang menghadirkan beberapa artis ibu kota dan seorang peramal. Mereka membicarakan soal ramalan bahwa tahun 2012 adalah tahun dimana akan terjadinya kiamat. Kalau menurut si peramal itu bahwa memang SUDAH PASTI akan terjadi sekitar tahun itu. Dengan alasan akan ada pemurnian sistem tata surya. Whatever....
Salah seorang temen gue, yang menganut kepercayaan "kiamat2012" itu ngotot ke gue bahwa memang semua sudah bisa diperhitungkan. Bahwa tahun 2012 akan ada planet super besar yang akan menabrak bumi yang akan menyebabkan hilangnya setengah bagian dari bumi ini.

Yah gue hanya bisa tertawa... Sombong sekali rasanya kita manusia menentukan kiamat.
Yah gue sendiri percaya bahwa kiamat akan terjadi saat Tuhan bilang itu terjadi. Kalau memang ada suatu fenomena alam yang membuat kita seperti merasa mengalami kiamat, belum tentu kiamat. Kiamat buat gue, bukan sesuatu yang harus ditebak-tebak kapan datangnya. Tapi kiamat adalah sesuatu yang harus selalu gue inget supaya gue selalu siap-siap dalam iman. Supaya gue selalu waspada.
Ngapain juga kita fokus sama kapan bakalan terjadi kiamat, apa gunanya?
Kalau memang kiamat akan terjadi di 2012 seperti yang diramalkan banyak peramal, terus kenapa?
Itu semua rahasia Tuhan, kita nggak usah deh sok ngerti rahasia Tuhan. AnakNya aja Dia nggak kasih tau, apalagi kita. "Biarlah yang menjadi rahasia Bapa-Ku tetap menjadi Rahasia-Nya" tapi kita harus terus berjaga-jaga.
Gimana kalo ternyata tahun 2011 kita kedatangan tamu yang namanya Blackhole?
Rabu, 02 September 2009
Soundtrack of the day
Lagu ini bener-bener enak. Musiknya menurut gue beda dari yang lain.... Dan liriknya enak banget....
Jumat, 28 Agustus 2009
You can do better....
Kemarin gue lagi nonton acara berita di RCTI, bukan Infotainment, kembali ada kabar soal Marshanda. Dia udah balik dari perawatan R.S. Abdi Waluyo. Seneng dengernya. She look healthy dan nggak terganggu dengan keberadaan wartawan yang bejubel nungguin dia . For quite sometime, gue emang ngikutin perkembangan cerita chacha ini. Dan karena dia besar di RCTI, dia nggak hanya hadir di infotainment tapi juga di seputar Indonesia. Dan karena kesamaan penyakit yang dia derita dengan gue dulu, gue harap dia bisa sembuh lebih baik. Seperti gue.
Tapi ada sesuatu yang sangat mengganggu gue kemaren. Waktu pacarnya, VJ Ben, di wawancara. Wartawan nanya, kenapa dia masih bertahan dengan chacha, padahal chacha have somekind of moodswing. Terus dia jawab, "KALO GUE BERTAHAN DENGAN DIA DARI DIA SAKIT SAMPE SEMBUH, GUE TEMENIN, ITU KAN AKAN MEMBERIKAN VALUE JUGA BUAT GUE..."
WHAT THE F**K....?????

Gila ya, untung gue bukan Marshanda. Kalo gue jadi Chacha, udah pasti tuh gue tinggalin tuh lelaki kayak gitu. Nggak penting abis. Cewenya sakit yang dia pikirin hanya VALUE buat dirinya sendiri... Damn... Egois abis tuh orang. You know what, a simple "Karena gue sayang sama dia" is enough you stupid....
Menurut gue, cowo seperti itu tandanya dia nggak bener-bener tulus sayang sama gue. All he care is about himself. Segala sesuatunya dia lakuin hanya demi keuntungan dan kepentingan dirinya sendiri. Bukan untuk kepentingan berdua. or in case like this, kepentingan gue. Gue sih nggak mau berdampingan dengan seorang yang sangat self-centered begitu. Buat apa berhubungan dengan seorang yang hanya mencari Value buat dirinya sendiri. Bukan untuk menjaga dan melindungi gue... hanya mikirin dirinya sendiri. What kind a man is that.....
Mendingan kalo emang lo cuma nyari value buat diri lo sendiri, ambil aja orang gila dan RSJ, terus lo urus deh sampe sembuh. Kan nggak perlu pake hati kalo gitu.... Ngeri aja gue sama cowo kayak gitu. Masalahnya bukan apa-apa, gue sendiri banyak penyakitnya, jadi gue ngeri aja waktu nonton itu. Takutnya kalo suatu saat ada pengakuan dari pacar gue bahwa dia hanya nemenin gue just for the sake of his value..
Gue juga nggak tau why I love her so much. Mungkin karena dia sangat talented dan smart. But i dont know, entah mungkin karena dia nggak liat pacarnya ngomong gitu di tivi atau karena he's just a great actor yang bisa pretend dan pura-pura tulus jadi Chacha, jadi chacha termakan jadi dia masih bertahan sama cowo kayak gitu or i dont know.... something maybe.....
Chacha dear.... You can do better... than just him........
Tapi ada sesuatu yang sangat mengganggu gue kemaren. Waktu pacarnya, VJ Ben, di wawancara. Wartawan nanya, kenapa dia masih bertahan dengan chacha, padahal chacha have somekind of moodswing. Terus dia jawab, "KALO GUE BERTAHAN DENGAN DIA DARI DIA SAKIT SAMPE SEMBUH, GUE TEMENIN, ITU KAN AKAN MEMBERIKAN VALUE JUGA BUAT GUE..."
WHAT THE F**K....?????

Gila ya, untung gue bukan Marshanda. Kalo gue jadi Chacha, udah pasti tuh gue tinggalin tuh lelaki kayak gitu. Nggak penting abis. Cewenya sakit yang dia pikirin hanya VALUE buat dirinya sendiri... Damn... Egois abis tuh orang. You know what, a simple "Karena gue sayang sama dia" is enough you stupid....
Menurut gue, cowo seperti itu tandanya dia nggak bener-bener tulus sayang sama gue. All he care is about himself. Segala sesuatunya dia lakuin hanya demi keuntungan dan kepentingan dirinya sendiri. Bukan untuk kepentingan berdua. or in case like this, kepentingan gue. Gue sih nggak mau berdampingan dengan seorang yang sangat self-centered begitu. Buat apa berhubungan dengan seorang yang hanya mencari Value buat dirinya sendiri. Bukan untuk menjaga dan melindungi gue... hanya mikirin dirinya sendiri. What kind a man is that.....
Mendingan kalo emang lo cuma nyari value buat diri lo sendiri, ambil aja orang gila dan RSJ, terus lo urus deh sampe sembuh. Kan nggak perlu pake hati kalo gitu.... Ngeri aja gue sama cowo kayak gitu. Masalahnya bukan apa-apa, gue sendiri banyak penyakitnya, jadi gue ngeri aja waktu nonton itu. Takutnya kalo suatu saat ada pengakuan dari pacar gue bahwa dia hanya nemenin gue just for the sake of his value..
Gue juga nggak tau why I love her so much. Mungkin karena dia sangat talented dan smart. But i dont know, entah mungkin karena dia nggak liat pacarnya ngomong gitu di tivi atau karena he's just a great actor yang bisa pretend dan pura-pura tulus jadi Chacha, jadi chacha termakan jadi dia masih bertahan sama cowo kayak gitu or i dont know.... something maybe.....
Chacha dear.... You can do better... than just him........
Senin, 24 Agustus 2009
Indonesia di Miss Universe
Bukan bermaksud mengingkari norma-norma yang dianut sama bangsa ini, tapi apa masih pantas kita memprotes pakaian renang yang dipakai para kontestan Indonesia di ajang miss universe. Sepertinya kita sudah harus mulai mempertimbangkannya deh.
Para kontestan diharuskan memakai baju renang, baik 1 piece ataupun 2 piece, tapi itu pun untuk keperluan penilaian, bukan asal pamer aja. Coba liat, dimana mereka memakainya. Kalau mereka pakai bikini untuk jalan ke mall, itu baru harus kita protes. Tapi ini kan dipakai memang di panggung yang nantinya dinilai. Dipakai pun dengan cara yang pantas dan terhormat.
Kalau memang kita harus melarang mereka memakai pakaian renang itu di panggung dunia, hanya karena citra dan martabat kita sebagai bangsa timur yang sarat dengan norma, lebih baik dari awal nggak usah diijinin untuk ikut kontes kecantikan tingkat internasional ini. Yah dulu memang itu kan awalnya. Pada saat Alya Rohali memutuskan untuk berangkat ke ajang miss Universe, kontroversi bukannya sedikit. Semakin lama semakin terbuka mata orang Indonesia, bahwa ajang ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Setelah itu pun setiap tahunnya kita selalu mengirimkan wakil.
Banyak loh yang sudah mempromosikan, paling nggak membuat Indonesia diingat sama dunia Internasional. Mulai dari Artika Sari yang menjadi 15 besar, sampai ke Nadine Chandra yang nggak bisa ngebedain country sama city.... Bohong kalau dibilang pengiriman wakil ke ajang ini nggak membawa keuntungan bagi negara kita.
Zivanna Letisha Siregar, adalah wakil Indonesia yang kesekian di ajang ini. Tapi kali ini kontroversinya kembali hebat karena dia berani memakai pakaian renang 2 piece atau bikini dalam penilaian baju renang. Sama halnya seperti Nadine yang juga berani memakai bikini saat penilaian baju renang. Tapi langsung diganti dengan 2 piece waktu diatas panggung. Nadine pun sempet diancam akan masuk penjara karena telah dianggap merendahkan harkat dan martabat wanita Indonesia. (YEAH RITE...)
Ayolah, buka mata kita lebih lebar lagi, ini adalah sebuah kontes pemilihan wanita paling 3B (brain, beauty, behaviour), jelas aja kecantikan dan bentuk tubuh harus dinilai. Dan kalau kita memang mau maju, rasanya hal-hal seperti ini harus kita maklumi. Dan kita harus lebih open-minded menghadapi masalah seperti ini. Supaya kita nggak jadi dibelakang terus. Yang dikirim wanitanya cantik-cantik, pinter-pinter. Tapi akhirnya jadi nggak menang karena kebanyakan peraturan dari negara kita. Ini itu dilarang, ini itu salah. Mungkin itu juga kali kenapa Indonesia nggak pernah menang....
Para kontestan diharuskan memakai baju renang, baik 1 piece ataupun 2 piece, tapi itu pun untuk keperluan penilaian, bukan asal pamer aja. Coba liat, dimana mereka memakainya. Kalau mereka pakai bikini untuk jalan ke mall, itu baru harus kita protes. Tapi ini kan dipakai memang di panggung yang nantinya dinilai. Dipakai pun dengan cara yang pantas dan terhormat.
Kalau memang kita harus melarang mereka memakai pakaian renang itu di panggung dunia, hanya karena citra dan martabat kita sebagai bangsa timur yang sarat dengan norma, lebih baik dari awal nggak usah diijinin untuk ikut kontes kecantikan tingkat internasional ini. Yah dulu memang itu kan awalnya. Pada saat Alya Rohali memutuskan untuk berangkat ke ajang miss Universe, kontroversi bukannya sedikit. Semakin lama semakin terbuka mata orang Indonesia, bahwa ajang ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Setelah itu pun setiap tahunnya kita selalu mengirimkan wakil.
Banyak loh yang sudah mempromosikan, paling nggak membuat Indonesia diingat sama dunia Internasional. Mulai dari Artika Sari yang menjadi 15 besar, sampai ke Nadine Chandra yang nggak bisa ngebedain country sama city.... Bohong kalau dibilang pengiriman wakil ke ajang ini nggak membawa keuntungan bagi negara kita.
Zivanna Letisha Siregar, adalah wakil Indonesia yang kesekian di ajang ini. Tapi kali ini kontroversinya kembali hebat karena dia berani memakai pakaian renang 2 piece atau bikini dalam penilaian baju renang. Sama halnya seperti Nadine yang juga berani memakai bikini saat penilaian baju renang. Tapi langsung diganti dengan 2 piece waktu diatas panggung. Nadine pun sempet diancam akan masuk penjara karena telah dianggap merendahkan harkat dan martabat wanita Indonesia. (YEAH RITE...)
Ayolah, buka mata kita lebih lebar lagi, ini adalah sebuah kontes pemilihan wanita paling 3B (brain, beauty, behaviour), jelas aja kecantikan dan bentuk tubuh harus dinilai. Dan kalau kita memang mau maju, rasanya hal-hal seperti ini harus kita maklumi. Dan kita harus lebih open-minded menghadapi masalah seperti ini. Supaya kita nggak jadi dibelakang terus. Yang dikirim wanitanya cantik-cantik, pinter-pinter. Tapi akhirnya jadi nggak menang karena kebanyakan peraturan dari negara kita. Ini itu dilarang, ini itu salah. Mungkin itu juga kali kenapa Indonesia nggak pernah menang....
Sabtu, 22 Agustus 2009
Malaysia oh Malaysia....
Waktu itu pulau, terus batik, terus lagu, terus reog.... Sekarang tari pendet....



Beberapa hari yang lalu gue baca status dari salah seorang temen gue di facebook, bahwa Malaysia mengklaim (lagi), tari pendet (Bali), bahwa itu adalah milik mereka. Mereka taruh tari pendet di iklan Visit Malaysian. Temen gue dapet info itu dari Detik.com.
Rasanya speechless banget deh. Begitu gue baca artikelnya, salah seorang budayawan kita bilang bahwa itu semua adalah salah dari pemerintah kita. Dan biarin aja itu semua menjadi sebuah pelajaran dan teguran kepada pemerintah kita supaya mereka lebih memperhatikan budaya kita. Nggak cuma olah raga aja.
Mungkin memang bener bahwa pemerintah kita kurang perhatian banget sama budaya-budaya kita. Tapi rasanya sih Malaysia juga udah nggak bisa didiemin deh. Gue bukan berbicara perang loh ya, tapi sepertinya kok kita kayak lagi dijajah ya sama mereka. Ya teroris dari sana melakukan pe-rikrut-an disini, buruh kita abis dibunuh-bunuhin, budaya kita seenak-enaknya aja di klaim sama mereka.
Gue sendiri nggak pernah apatis sama orang-orang Malaysia, beberapa dari mereka sangat baik. Tapi yang sisanya ini loh bikin geram. Yah semoga aja semakin ke depan pemerintah Malaysia semakin tau diri dengan nggak ngeklaim budaya orang sembarangan. Dan semoga juga pemerintah Indonesia semakin mensyukuri keanekaragaman budaya kita dan semakin timbul kesadaran untuk melestarikan itu semua. Dan tentu aja diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia supaya nggak ada lagi yang bisa ngeklaim sembarangan begitu aja.



Beberapa hari yang lalu gue baca status dari salah seorang temen gue di facebook, bahwa Malaysia mengklaim (lagi), tari pendet (Bali), bahwa itu adalah milik mereka. Mereka taruh tari pendet di iklan Visit Malaysian. Temen gue dapet info itu dari Detik.com.
Rasanya speechless banget deh. Begitu gue baca artikelnya, salah seorang budayawan kita bilang bahwa itu semua adalah salah dari pemerintah kita. Dan biarin aja itu semua menjadi sebuah pelajaran dan teguran kepada pemerintah kita supaya mereka lebih memperhatikan budaya kita. Nggak cuma olah raga aja.
Mungkin memang bener bahwa pemerintah kita kurang perhatian banget sama budaya-budaya kita. Tapi rasanya sih Malaysia juga udah nggak bisa didiemin deh. Gue bukan berbicara perang loh ya, tapi sepertinya kok kita kayak lagi dijajah ya sama mereka. Ya teroris dari sana melakukan pe-rikrut-an disini, buruh kita abis dibunuh-bunuhin, budaya kita seenak-enaknya aja di klaim sama mereka.
Gue sendiri nggak pernah apatis sama orang-orang Malaysia, beberapa dari mereka sangat baik. Tapi yang sisanya ini loh bikin geram. Yah semoga aja semakin ke depan pemerintah Malaysia semakin tau diri dengan nggak ngeklaim budaya orang sembarangan. Dan semoga juga pemerintah Indonesia semakin mensyukuri keanekaragaman budaya kita dan semakin timbul kesadaran untuk melestarikan itu semua. Dan tentu aja diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia supaya nggak ada lagi yang bisa ngeklaim sembarangan begitu aja.
What is it gonna be...
Gue baru aja selesai abis silahturahmi ke rumah beberapa temen gue dan ke rumah calon mertua. heheheh. Karena setelah sekian lama gue dah nggak ikutan ngumpul sama temen-temen gue, baru tadi gue sempet nge-update berita temen-temen gue yang lain.
Ada salah seorang dari kumpulan kita yang setahu gue sih udah lama putusnya, tapi ternyata mereka masih begitu-begitu aja. Putus nggak pacaran juga nggak jelas. Kalo gue boleh cerita kulit luarnya aja sih, mereka putus karena masing-masing keluarga yang tadinya baik, karena satu dan lain hal jadi nggak baik. Dan selama yang gue tau mereka udah saling nggak cinta. Karena setiap kali curhat pasti saling menjelekkan satu sama lain. Sepertinya udah nggak mungkin mereka bakalan bersatu lagi. Masalahnya sepertinya pelik banget.
Gue agak kaget juga waktu tau mereka ternyata masih sering berhubungan. Entah jenisnya apa, tapi yang pasti sih mereka masih berbagi dengan cara yang nggak bisa dibilang hanya sekedar teman biasa. I know this is none of my bussiness. Tapi I care for them. jadi gue agak sedih juga dengernya.

Kalo menurut gue, saat kita masih attach to eachother, nggak mungkin deh kalo udah nggak ada rasa. Walaupun hanya rasa kasihan aja, pasti tetep masih ada rasa. Cuma kalo hanya karena kasihan terus kita jadi bertahan sama seseorang, untuk apa? apalagi kalau kita tau orang itu masih ada rasa sama kita. Kan kasihan kita ngasih harapan buat dia. Buat gue, sepahit apapun kenyataan, lebih baik gue telen pahitnya daripada gue diberikan kenikmatan tapi semu.
Dan untuk kasus temen gue ini, sepertinya sih mereka masih saling cinta. Cuma mereka lagi ada masalah dan mereka nggak tau gimana harus nyelesaiinnya. Yang ada mereka ngebiarin dan semakin bertumpuk malah jadi kayak gini sekarang. Kalo buat gue itu buang-buang waktu ya. Com'on, make up your mind.. What is it gonna be. Kalo memang udah nggak mau diselesaiin, end it. Daripada cape sendiri. Kalau memang masih cinta, fix it. Work it out. The two of you. Talk. Cari solusi. Selesaikan masalah dan jalan terus berdua.
Seperti yang udah sering gue bilang, love is about adjustment. Lo harus adjust diri lo dengan kepribadian pasangan lo. Ada hal yang memang harus lo korbanin. Begitu juga sebaliknya dengan pasangan lo. Bicarakan mana hal yang masih bisa dimaklumin mana yang nggak. Kalo nggak ketemu juga, udah lo usahakan sampe jungkir balik pun ternyata nggak bisa adjust juga, well face it. Maybe you're not ment to be together....
Sometime you just gotta hold on to eachother then let go one another......
Ada salah seorang dari kumpulan kita yang setahu gue sih udah lama putusnya, tapi ternyata mereka masih begitu-begitu aja. Putus nggak pacaran juga nggak jelas. Kalo gue boleh cerita kulit luarnya aja sih, mereka putus karena masing-masing keluarga yang tadinya baik, karena satu dan lain hal jadi nggak baik. Dan selama yang gue tau mereka udah saling nggak cinta. Karena setiap kali curhat pasti saling menjelekkan satu sama lain. Sepertinya udah nggak mungkin mereka bakalan bersatu lagi. Masalahnya sepertinya pelik banget.
Gue agak kaget juga waktu tau mereka ternyata masih sering berhubungan. Entah jenisnya apa, tapi yang pasti sih mereka masih berbagi dengan cara yang nggak bisa dibilang hanya sekedar teman biasa. I know this is none of my bussiness. Tapi I care for them. jadi gue agak sedih juga dengernya.

Kalo menurut gue, saat kita masih attach to eachother, nggak mungkin deh kalo udah nggak ada rasa. Walaupun hanya rasa kasihan aja, pasti tetep masih ada rasa. Cuma kalo hanya karena kasihan terus kita jadi bertahan sama seseorang, untuk apa? apalagi kalau kita tau orang itu masih ada rasa sama kita. Kan kasihan kita ngasih harapan buat dia. Buat gue, sepahit apapun kenyataan, lebih baik gue telen pahitnya daripada gue diberikan kenikmatan tapi semu.
Dan untuk kasus temen gue ini, sepertinya sih mereka masih saling cinta. Cuma mereka lagi ada masalah dan mereka nggak tau gimana harus nyelesaiinnya. Yang ada mereka ngebiarin dan semakin bertumpuk malah jadi kayak gini sekarang. Kalo buat gue itu buang-buang waktu ya. Com'on, make up your mind.. What is it gonna be. Kalo memang udah nggak mau diselesaiin, end it. Daripada cape sendiri. Kalau memang masih cinta, fix it. Work it out. The two of you. Talk. Cari solusi. Selesaikan masalah dan jalan terus berdua.
Seperti yang udah sering gue bilang, love is about adjustment. Lo harus adjust diri lo dengan kepribadian pasangan lo. Ada hal yang memang harus lo korbanin. Begitu juga sebaliknya dengan pasangan lo. Bicarakan mana hal yang masih bisa dimaklumin mana yang nggak. Kalo nggak ketemu juga, udah lo usahakan sampe jungkir balik pun ternyata nggak bisa adjust juga, well face it. Maybe you're not ment to be together....
Sometime you just gotta hold on to eachother then let go one another......
Jumat, 21 Agustus 2009
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat menjalankan ibadah puasaya. Semoga ibadahnya bermanfaat dan membawa berkah. Dan semoga puasanya full ya nggak bolong-bolong. Oh iya, udah aku maafin kok semua kesalahannya... Hehehehehehe
Rabu, 19 Agustus 2009
Pameran Foto dan Jurnalistik MERDEKA
Buat mereka yang masih mengira bahwa kemerdekaan Indonesia adalah sebuah "hadiah", coba deh dateng ke Pasar Baru. Ke Gedungnya Forum Jurnalistik. Gue sih nggak tau persis apa namanya, tapi pokoknya begitu masuk langsung belok kiri dia ada di gedung ke 2. Disana lagi ada pameran Fotografi dan Jurnalistik menjelang proklamasi dan 6 bulan sesudahnya. Disitu ada banyak cetakan-cetakan dari koran-koran jaman dulu dan juga ada foto-foto pejuang.
Ada naskah asli dari tulisan-tulisan para jurnalis ternama. Harsono Tjokroaminoto "Pemuda Islam Bersabiliah" dan Ds. B Probowinoto "Djoega Golongan Keristen Berdjoeang". Parada Harahap "Perdjoeangan Surat Kabar". Dan juga ada tulisan dari salah seorang jurnalis wanita pertama Soekarsih yang berjudul "Boeroeh Wanita dan Perdjoeangan Boeroeh".

Untuk jadi merdeka ternyata bukan hanya gimana caranya supaya ngusir penjajah dari bumi nusantara ini. Tapi juga dengan berjuang memperkuat segala aspek di dalam kehidupan. Sosial, politik, ekonomi dan tentu aja dalam persatuan dan kesatuan. Dan untuk mensukseskan itu semua bukan perkara mudah. Semua rakyat berusaha untuk melawan dengan keahlian masing-masing. Yang jurnalis menulis dan seniman pun mengeluarkan banyak karya seni yang sarat dengan propaganda. Bahkan buruh pun melawan. Rasa persatuan dan kesatuan yang dimiliki saat itu bukan sesuatu yang datang sendiri. Tapi karena ada yang berjuang untuk itu. Dan orang-orang itu adalah yang menghadiahkan kebebasan yang sekarang lo hirup.
Coab dateng deh ke pameran ini. Pasti bisa membuka wawasan kita. Karena yang dipamerkan disana adalah "buku sejarah" yang sebenarnya....
Ada naskah asli dari tulisan-tulisan para jurnalis ternama. Harsono Tjokroaminoto "Pemuda Islam Bersabiliah" dan Ds. B Probowinoto "Djoega Golongan Keristen Berdjoeang". Parada Harahap "Perdjoeangan Surat Kabar". Dan juga ada tulisan dari salah seorang jurnalis wanita pertama Soekarsih yang berjudul "Boeroeh Wanita dan Perdjoeangan Boeroeh".
Untuk jadi merdeka ternyata bukan hanya gimana caranya supaya ngusir penjajah dari bumi nusantara ini. Tapi juga dengan berjuang memperkuat segala aspek di dalam kehidupan. Sosial, politik, ekonomi dan tentu aja dalam persatuan dan kesatuan. Dan untuk mensukseskan itu semua bukan perkara mudah. Semua rakyat berusaha untuk melawan dengan keahlian masing-masing. Yang jurnalis menulis dan seniman pun mengeluarkan banyak karya seni yang sarat dengan propaganda. Bahkan buruh pun melawan. Rasa persatuan dan kesatuan yang dimiliki saat itu bukan sesuatu yang datang sendiri. Tapi karena ada yang berjuang untuk itu. Dan orang-orang itu adalah yang menghadiahkan kebebasan yang sekarang lo hirup.
Coab dateng deh ke pameran ini. Pasti bisa membuka wawasan kita. Karena yang dipamerkan disana adalah "buku sejarah" yang sebenarnya....
Jangan mempertanyakan perjuangan mereka hanya karena kita nggak puas dengan keadaan sekarang ini. Kita yang harus bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah memberikan sumbangan aksi yang berguna untuk mengisi kemerdekaan yang sudah mereka perjuangkan. Hentikan sarkasme dan sinisme kepada kemerdekaan kita dan para pejuang kita....
MERDEKA!!!!
Nannette.
NB. Maaf ya fotonya jelek soalnya nggak boleh pake blitz... abis itu langsung rusak lagi kameranya.... :(
Senin, 17 Agustus 2009
Rasanya perjuangan kita yang harus dipertanyakan....
Gue bingung deh, setiap tanggal 17 Agustus, kenapa sih masih banyak dari kita yang bertanya "Apa benar Indonesia sudah merdeka?" Please deh... Buat gue berarti itu nggak menghargai mereka yang berjuang sampai nyawa pun melayang untuk mengusir penjajah dari negara ini. Kasihan sekali mereka yang nafasnya terbuang dengan ujung peluru, berjuang supaya kita bisa bebas dan mendapatkan hak kita sebagai sebuah negara bebas.
Memang benar kemerdekaan itu bukan hanya sebuah kebebasan dari jajahan bangsa lain. Tapi nggak enak aja dibaca dan didengar bahwa kita mempertanyakan kemerdekaan. Kalau ditanya ke gue pribadi, gue pun akan menjawab bahwa indonesia belum merdeka SEPENUHNYA. Tapi pertanyaannya SIAPA YANGSUDAH? apa ada bangsa yang sudah merdeka SEPENUHNYA?
Kemerdekaan terlalu luas untuk dicapai makna absolut nya. Tapi buat gue, ada baiknya daripada kita selalu mempertanyakan kemerdekaan kita, lebih baik kita berbuat sesuatu, berjuang melawan sesuatu yang memang dirasa sedang menjajah kita.
Yang diperingati hari ini adalah pernyataan bahwa kita, Bangsa Indonesia, menyatakan diri sudah bebas dari penjajahan bangsa asing. Kita sudah memiliki kemerdekaan untuk menjalankan negara ini dengan pemimpin sendiri. Kalaupun memang sekarang ada perjuangan, tentunya untuk 'penjajahan' yang lain. Jangan jadikan peringatan 17 Agustus itu menjadi sebuah hari untuk menghujat keadaan. Hargai mereka yang 64 tahun lalu berhasil mengusir penjajah dari bumi nusantara. KENAPA MASIH MEMPERTANYAKAN PERJUANGAN MEREKA.
SANG PROKLAMATOR,
bayangkan perjuanga mereka, apa yang harus dipertanyakan? rasanya perjuangan kita yang harus dipertanyakan...
Apapun itu, biarin aja deh hari 17 Agustus ini menjadi sebuah moment peringatan, bahwa perjuangan baru akan membuahkan hasil dengan tekad dan kemauan yang kuat. Dan yang pasti, kemerdekaan akan didapatkan dengan perjuangan. Bukan dengan cuma-cuma. Peringatan bahwa, kita sudah punya 1 kemerdekaan. Ayo berjuang untuk mencapai kemerdekaan yang lain.
Jadi menurut gue, ayo deh kita berhenti mempertanyakan perjuangan mereka yang sudah gugur duluan daripada kita. Dan memilih kata-kata yang lebih enak dan bermanfaat. Bukan hanya sekedar menghujat. Perkataan pun harus disertai dengan perjuangan. Supaya kita nggak cuma jadi orang yang nyaring bunyinya kayak tong kosong.
Kalau gue tetap bilang kita sudah merdeka. Dari bangsa asing yang sudah menjajah kita ratusan tahun lamanya. Tapi perjuangan kita belum selesai. 1 dan 2 hal sudah merdeka, tapi perjuangan kita harus lanjut untuk memerdekakan negara ini, bangsa ini dari jajahan kemerosotan moral para koruptor dan para pecandu kuasa. Dari kemiskinan. Dari kebodohan.
Tapi Bukan berarti kita belum merdeka, hanya saja, perjuangan masih amat panjang. Masih banyak kemerdekaan lain yang harus diraih.... Perangi 'penjajah' pikiran. Dimulai dari diri kita sendiri...
MERDEKA....
Memang benar kemerdekaan itu bukan hanya sebuah kebebasan dari jajahan bangsa lain. Tapi nggak enak aja dibaca dan didengar bahwa kita mempertanyakan kemerdekaan. Kalau ditanya ke gue pribadi, gue pun akan menjawab bahwa indonesia belum merdeka SEPENUHNYA. Tapi pertanyaannya SIAPA YANGSUDAH? apa ada bangsa yang sudah merdeka SEPENUHNYA?
Kemerdekaan terlalu luas untuk dicapai makna absolut nya. Tapi buat gue, ada baiknya daripada kita selalu mempertanyakan kemerdekaan kita, lebih baik kita berbuat sesuatu, berjuang melawan sesuatu yang memang dirasa sedang menjajah kita.
Yang diperingati hari ini adalah pernyataan bahwa kita, Bangsa Indonesia, menyatakan diri sudah bebas dari penjajahan bangsa asing. Kita sudah memiliki kemerdekaan untuk menjalankan negara ini dengan pemimpin sendiri. Kalaupun memang sekarang ada perjuangan, tentunya untuk 'penjajahan' yang lain. Jangan jadikan peringatan 17 Agustus itu menjadi sebuah hari untuk menghujat keadaan. Hargai mereka yang 64 tahun lalu berhasil mengusir penjajah dari bumi nusantara. KENAPA MASIH MEMPERTANYAKAN PERJUANGAN MEREKA.
SANG PROKLAMATOR,bayangkan perjuanga mereka, apa yang harus dipertanyakan? rasanya perjuangan kita yang harus dipertanyakan...
Apapun itu, biarin aja deh hari 17 Agustus ini menjadi sebuah moment peringatan, bahwa perjuangan baru akan membuahkan hasil dengan tekad dan kemauan yang kuat. Dan yang pasti, kemerdekaan akan didapatkan dengan perjuangan. Bukan dengan cuma-cuma. Peringatan bahwa, kita sudah punya 1 kemerdekaan. Ayo berjuang untuk mencapai kemerdekaan yang lain.
Kalau gue tetap bilang kita sudah merdeka. Dari bangsa asing yang sudah menjajah kita ratusan tahun lamanya. Tapi perjuangan kita belum selesai. 1 dan 2 hal sudah merdeka, tapi perjuangan kita harus lanjut untuk memerdekakan negara ini, bangsa ini dari jajahan kemerosotan moral para koruptor dan para pecandu kuasa. Dari kemiskinan. Dari kebodohan.
Tapi Bukan berarti kita belum merdeka, hanya saja, perjuangan masih amat panjang. Masih banyak kemerdekaan lain yang harus diraih.... Perangi 'penjajah' pikiran. Dimulai dari diri kita sendiri...
MERDEKA....
Jumat, 14 Agustus 2009
Trauma...
Pagi ini, begitu bangun tidur, langsung disambut sama acara gossip di TV (gue emang selalu tidur dengan TV nyala). Gue sebenernya sih bukan seorang penikmat gossip. Tapi pagi ini, apa yang ditayangkan di TV itu sangat menyita perhatian gue. Berita tentang Marshanda dan video-nya yang beredar ramai di Internet.
Marshanda, seorang artis muda Indonesia, sempet naik daun luar biasa dan pewaris bisnis hotel lokal yang lumayan besar juga. Dia mengekspresikan diri dengan teriak-teriak dan bernyanyi sambil menangis. Mencurahkan perasaannya di internet tentang traumanya dan segala sakit hatinya terhadap mantan dan teman-teman SD nya.

I feel so sorry for her. Menurut apa yang suka gue liat selintas di TV dulu-dulu, dia seorang yang sangat dewasa untuk anak seumuran dia. Dan prestasinya di layar kaca pun lumayan gemilang. Setiap kali dia di wawancara selalu bisa muncul dengan jawaban tegas dan sangat firm. Gue nggak nyangka dia ternyata sangat tertekan.
Di berita itu dibilang dia memiliki trauma terhadap perceraian orang tuanya. Dan juga dendam terhadap teman-teman dan mantannya. I could see that she's been hurt inside. Oleh apa gue nggak tau.
Gue jadi berfikir, ini memang bukan kesalahan siapa-siapa. Bukan salah orang tuanya, bukan juga salah anaknya. Perceraian memang sesuatu yang real terjadi. Nggak mungkin seseorang yang memang sudah nggak tahan sama masalah rumah tangganya terus disuruh bertahan terus menjalani itu. Manusia bebas memilih jalan hidupnya. Tapi mungkin yang harus diperhatiin sama orang tua yang bercerai, gimana anak itu berkembang. Apalagi di masa remaja, masa paling rentan. Paling lemah. Paling labil.
Emang nggak harus diintilin terus kemana anak kita pergi, tapi paling nggak bener-bener diawasin. Dan gue rasa pembatasan juga harus ada deh. Jangan atas nama memberi kebebasan semuanya diperbolehkan. Karena walaupun keliatan kuat, gue yakin bahwa kebanyakan anak2 yang dari broken home family, lebih labil dari yang lain. Nggak bisa dipungkirin, bahwa seorang anak yang ditinggal orang tuanya bercerai (bukan meninggal loh ya) butuh perhatian yang lebih. Karena mereka pasti akan mulai membandingkan diri dan teman2nya. Gue ngerasain banget itu sama diri gue. Untung gue punya keluarga yang bantu gue 24/7. Kalau memang mampu, pergi ke seorang psikolog anak juga bagus. Bukan karena kita rasa anak kita bakalan stres atau apa gitu, tapi itu sangat baik juga untuk kita supaya kita juga kenal sama anak kita dan kita tau bagaimana menghandle dia. Jadi kita nggak perlu menghadapi hal yang nggak perlu kita hadapin. Apalagi seiring dengan waktu anak-anak kita pasti akan mengalami masalahnya sendiri.
Well, i'm not an expert on this, tapi menurut gue Marshanda is extremely overloaded. Dengan masalah-masalahnya, kariernya, dan trauma-traumanya. Dan orangtuanya mungkin dengan segala masalahnya nggak terlalu tau gimana caranya menghandle anak-anak dengan trauma, atau bahkan dia nggak tau kalo anaknya trauma. Jangan sepelekan trauma masa kecil, karena itu bisa terbawa sampai tua. 1 trauma kecil aja bisa mengakibatkan banyak hal negatif.

Cepet sembuh Marshanda....
Marshanda, seorang artis muda Indonesia, sempet naik daun luar biasa dan pewaris bisnis hotel lokal yang lumayan besar juga. Dia mengekspresikan diri dengan teriak-teriak dan bernyanyi sambil menangis. Mencurahkan perasaannya di internet tentang traumanya dan segala sakit hatinya terhadap mantan dan teman-teman SD nya.

I feel so sorry for her. Menurut apa yang suka gue liat selintas di TV dulu-dulu, dia seorang yang sangat dewasa untuk anak seumuran dia. Dan prestasinya di layar kaca pun lumayan gemilang. Setiap kali dia di wawancara selalu bisa muncul dengan jawaban tegas dan sangat firm. Gue nggak nyangka dia ternyata sangat tertekan.
Di berita itu dibilang dia memiliki trauma terhadap perceraian orang tuanya. Dan juga dendam terhadap teman-teman dan mantannya. I could see that she's been hurt inside. Oleh apa gue nggak tau.
Gue jadi berfikir, ini memang bukan kesalahan siapa-siapa. Bukan salah orang tuanya, bukan juga salah anaknya. Perceraian memang sesuatu yang real terjadi. Nggak mungkin seseorang yang memang sudah nggak tahan sama masalah rumah tangganya terus disuruh bertahan terus menjalani itu. Manusia bebas memilih jalan hidupnya. Tapi mungkin yang harus diperhatiin sama orang tua yang bercerai, gimana anak itu berkembang. Apalagi di masa remaja, masa paling rentan. Paling lemah. Paling labil.
Emang nggak harus diintilin terus kemana anak kita pergi, tapi paling nggak bener-bener diawasin. Dan gue rasa pembatasan juga harus ada deh. Jangan atas nama memberi kebebasan semuanya diperbolehkan. Karena walaupun keliatan kuat, gue yakin bahwa kebanyakan anak2 yang dari broken home family, lebih labil dari yang lain. Nggak bisa dipungkirin, bahwa seorang anak yang ditinggal orang tuanya bercerai (bukan meninggal loh ya) butuh perhatian yang lebih. Karena mereka pasti akan mulai membandingkan diri dan teman2nya. Gue ngerasain banget itu sama diri gue. Untung gue punya keluarga yang bantu gue 24/7. Kalau memang mampu, pergi ke seorang psikolog anak juga bagus. Bukan karena kita rasa anak kita bakalan stres atau apa gitu, tapi itu sangat baik juga untuk kita supaya kita juga kenal sama anak kita dan kita tau bagaimana menghandle dia. Jadi kita nggak perlu menghadapi hal yang nggak perlu kita hadapin. Apalagi seiring dengan waktu anak-anak kita pasti akan mengalami masalahnya sendiri.
Well, i'm not an expert on this, tapi menurut gue Marshanda is extremely overloaded. Dengan masalah-masalahnya, kariernya, dan trauma-traumanya. Dan orangtuanya mungkin dengan segala masalahnya nggak terlalu tau gimana caranya menghandle anak-anak dengan trauma, atau bahkan dia nggak tau kalo anaknya trauma. Jangan sepelekan trauma masa kecil, karena itu bisa terbawa sampai tua. 1 trauma kecil aja bisa mengakibatkan banyak hal negatif.

Cepet sembuh Marshanda....
Rabu, 05 Agustus 2009
Kematiannya atau Perpisahannya?
Kematian, buat gue bukan sesuatu yang harus ditakuti. Kalau ditanya alasannya apa, mungkin jawaban gue klise. Sangat klise. Karena kita adalah orang yang beriman. Tapi memang benar, kematian ditakuti mungkin hanya karena suatu ketidakpastian akan apa yang menunggu kita dibalik sana. Gue sendiri kalau ditanya, gue tidak takut akan kematian. Tapi mungkin, perpisahan lebih menakutkan gue daripada kematian itu sendiri. Padahal sih kalau di agama gue, itu sama aja. Kita nggak perlu khawatir akan hari esok.
Kalau gue pribadi, gue masih suka menghawatirkan, bagaimana jadinya anak gue, adik gue yang masih kecil. Apalagi waktu gue didiagnosa mengidap kanker. Bukan kematian yang pertama mampir ke pikiran gue. Tapi justru adalah kalau gue kalah dengan penyakit ini bagaimana nasib anak gue. Mana gue adalah seorang single parent. Siapa nanti yang urus. Ini memang adalah sesuatu yang manusiawi. Melihat banyak masa depan seseorang hancur kala ditinggal orang tuanya. Tapi itulah, segala sesuatu pasti terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Apa yang sudah Tuhan biarkan untuk terjadi, memang itu sudah Tuhan rancang karena Dia mengerti bahwa kita kuat untuk menjalani semuanya, bahkan perpisahan yang paling berat sekalipun.
Seperti yang udah pernah gue bilang di note facebook gue, kematian adalah permulaan dari hidup yang baru. Yang lebih indah bersama Tuhan. Mereka yang diambil karena Tuhan sayang, Tuhan ingin memberikan tempat yang lebih baik buat mereka, yaitu disampingnya...
Kalau gue pribadi, gue masih suka menghawatirkan, bagaimana jadinya anak gue, adik gue yang masih kecil. Apalagi waktu gue didiagnosa mengidap kanker. Bukan kematian yang pertama mampir ke pikiran gue. Tapi justru adalah kalau gue kalah dengan penyakit ini bagaimana nasib anak gue. Mana gue adalah seorang single parent. Siapa nanti yang urus. Ini memang adalah sesuatu yang manusiawi. Melihat banyak masa depan seseorang hancur kala ditinggal orang tuanya. Tapi itulah, segala sesuatu pasti terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Apa yang sudah Tuhan biarkan untuk terjadi, memang itu sudah Tuhan rancang karena Dia mengerti bahwa kita kuat untuk menjalani semuanya, bahkan perpisahan yang paling berat sekalipun.
Seperti yang udah pernah gue bilang di note facebook gue, kematian adalah permulaan dari hidup yang baru. Yang lebih indah bersama Tuhan. Mereka yang diambil karena Tuhan sayang, Tuhan ingin memberikan tempat yang lebih baik buat mereka, yaitu disampingnya...
TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA IBUNDA DARI
MERY DANIATI TUHAN PELIHARA YANG DITINGGALKAN DAN MEMBERIKAN PENGHIBURAN SELALU
XOXO,
Nannette
XOXO,
Nannette
Selasa, 04 Agustus 2009
Bahasaku Tercemar... -kataorang-
Hari ini santai di atas tempat tidur seharian. Jadi kerjaannya nonton tivi aja seharian. Hari ini ada berita duka, Mbah Surip, si penghasil 4,5 miliar itu meninggal. Kena serangan jantung. Dan hari ini salah satu acara gosip ternama di Indonesia ulang tahun. Dalam rangka kebutuhan akan entertainment, gue menyimak acara ulang tahun mereka.

Betapa ternyata tivi sekelas itu masih bisa melakukan banyak kesalahan. Suara bocor sana-sini. Masa suara MC yang lagi di spot kamera nggak kedengeran, yang kedengeran malah suara MC lain yang lagi mendiskusikan mau ngomong apa nantinya. Dan sepertinya pembaca nominasinya nggak di briefing kali ya. Sambil bacain nominasi malah celingak celinguk ke belakang. Aduh pokoknya kacau banget deh. Anting main hostnya jatuh terus. Terus banyak yang kosong. Aduh pokoknya jadi nggak jelas deh.
Terus biasa deh penyakit masyarakat Indonesia, termasuk gue, menggunakan sebagian bahasa Indonesia sebagian bahasa Inggris. Gue sih nggak ada masalah dengan hal itu, soalnya gue juga masih begitu. Tapi yang gue permasalahkan adalah kenapa udah tau mau menggunakan bahasa Inggris, mbo' ya di prepare yang baik gitu loh bahasa Inggrisnya biar nggak malu2in. Apalagi kan masuk tivi. Masak Nominee dibilangnya "dan nominate nya adalah...."
Bukannya gue bangga dengan kemampuan bahasa Inggris gue, tapi paling nggak, kalau tepat kan nggak mengundang kontroversi gitu loh... (macam ada yang peduli aja net.....)
Gue juga bingung ya, kenapa gue nggak bisa menghentikan kebiasaan buruk gue menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Bukannya gue nggak cinta loh sama keberadaan bahasa gue, tapi kadang ada beberapa bahasa yang gue merasa lebih tepat kalau menggunakan bahasa Inggris. Tapi gue berjanji akan sesegera mungkin menghentikan kebiasaan gue mencampuradukkan bahasa gue. Kalo kata slogan kampanye "Hentikan mencemari bahasa Indonesia"....
Sangat bangga menjadi Indonesia......

Betapa ternyata tivi sekelas itu masih bisa melakukan banyak kesalahan. Suara bocor sana-sini. Masa suara MC yang lagi di spot kamera nggak kedengeran, yang kedengeran malah suara MC lain yang lagi mendiskusikan mau ngomong apa nantinya. Dan sepertinya pembaca nominasinya nggak di briefing kali ya. Sambil bacain nominasi malah celingak celinguk ke belakang. Aduh pokoknya kacau banget deh. Anting main hostnya jatuh terus. Terus banyak yang kosong. Aduh pokoknya jadi nggak jelas deh.
Terus biasa deh penyakit masyarakat Indonesia, termasuk gue, menggunakan sebagian bahasa Indonesia sebagian bahasa Inggris. Gue sih nggak ada masalah dengan hal itu, soalnya gue juga masih begitu. Tapi yang gue permasalahkan adalah kenapa udah tau mau menggunakan bahasa Inggris, mbo' ya di prepare yang baik gitu loh bahasa Inggrisnya biar nggak malu2in. Apalagi kan masuk tivi. Masak Nominee dibilangnya "dan nominate nya adalah...."
Bukannya gue bangga dengan kemampuan bahasa Inggris gue, tapi paling nggak, kalau tepat kan nggak mengundang kontroversi gitu loh... (macam ada yang peduli aja net.....)
Gue juga bingung ya, kenapa gue nggak bisa menghentikan kebiasaan buruk gue menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Bukannya gue nggak cinta loh sama keberadaan bahasa gue, tapi kadang ada beberapa bahasa yang gue merasa lebih tepat kalau menggunakan bahasa Inggris. Tapi gue berjanji akan sesegera mungkin menghentikan kebiasaan gue mencampuradukkan bahasa gue. Kalo kata slogan kampanye "Hentikan mencemari bahasa Indonesia"....
Sangat bangga menjadi Indonesia......
Selasa, 21 Juli 2009
You just gotta stop.....
Ada beberapa temen gue, yang merasa kurang beruntung karena di lahirkan ditengah keluarga yang tidak seperti mereka inginkan. Ada beberapa yang menurut gue, memang benar punya keluarga yang kurang men-support anaknya. Padahal anaknya luar biasa berbakat. Akhirnya memang itu membuat kepribadian temen-temen gue berubah. Menimbulkan banyak sekali negativity. Bukan sifat loh yang gue maksud, tapi pikiran. Ya paranoid, ada yang jadi grumpy, ada yang jadi ngerasa nggak bahagia, ada yang emang susah banget dibikin bahagia.
Ada beberapa yang akhirnya, hobi banget nulis status di Facebook mereka tentang sesuatu yang sangat-sangat negatif. Ya marah-marah lah, mengumpat, segala macem deh. Emang nggak ada masalah juga sih. Apalagi itu fb juga punya dia. Gue bukannya nggak pernah marah-marah di fb gue, tapi nggak setiap saat juga gue marah-marah. Nggak setiap saat gue mengumpat. nggak setiap saat gue memaki.
Ada yang sangking seringnya ganti status, negatif pula, jadi pas kalau gue buka home gue, bisa isinya dia semua, negatif lagi.
Begini loh, menurut gue, memang bener nggak perlu kita tahan segala amarah, kalo kata nyokap gue bisa jadi kanker. Tapi untuk ngelepasinnya pun menurut gue memang harus ada aturannya juga. Masalahnya gini, dengan sebegitu banyak jumlah negativity yang kita keluarkan di depan orang, otomatis akan memberikan dampak yang negatif juga ke kita. Kalau kita seharian main fb, dan status kita negatif terus, kita akan baca terus itu status. Because it's still gonna be right there, until you change it. Nah masalahnya kalo diganti sama yang negatif juga, sama aja dong berarti. Itu namanya bukan melampiaskan tapi menyimpan.
Belum lagi kalau komentar orang malah mendukung kita untuk menyimpan ke-negatifan itu.. makin lama aja.
Buat gue, untuk melampiaskan aura-aura negatif gue, nggak bisa ke semua orang. Karena kalau gue, kepada siapa atau apa gue melampiaskan aura negatif gue, harus bisa diberikan feed-back yang menetralisir. Itulah kenapa berat untuk menjadi pacar gue. hehehehe....
Karena percuma kalau lo dah setengah idup ngeluarin aura negatif lo, tapi lo nggak jadi tenang. Konsepnya marah-marah kalau buat gue adalah supaya seseorang tau dia salah dan supaya mengeluarkan emosi biar gue lebih tenang. Bukan supaya gue puas. Karena kalau ada seseorang melakukan kesalahan dan gue marahin hanya supaya gue puas, wah kayaknya gue kedengeran seperti anak ABG lagi mau tawuran ya...
Nah terus lagi, menurut gue, kita masing-masing harus belajar gimana caranya membangun pikiran positif sendiri. Ada nggak ada yang netralisir, kita harus bisa menetralkan sendiri. Entah dengan diam atau dengan ngapain gitu. Masalahnya nggak selamanya kita ada temennya pas lagi butuh. Pada saat banyak pikiran negatif, belum tentu selalu ada hal yang menyenangkan di sekitar kita. Jadi kita perlu menciptakan itu sendiri. Toh nggak ada yang kenal kita lebih dari kita sendiri.
Kadang gue bingung dengan orang yang mengeluh terus tentang hidupnya, tentang kesusahannya. Lo mau ngeluh sampe harimau putih berubah jadi pink juga percuma. Nggak bakalan berubah, Kecuali lo bergerak dan melakukan sesuatu. You gotta be able to look at the bright side in every problem you have. Dan liat, masih banyak orang yang punya masalah lebih besar. Being grumpy is a very selfish and childish thing to do. You just gotta stop and be gratefull. Bersyukur. Dan senyum.
Daripada lo tulis di status fb lo makian terus diganti keluhan terus, diganti makian lagi, malah makin bikin lo makin stress, mendingan lo bikin status fb yang panjang isinya makian plus keluhan plus komplit deh, pajang selama 1 hari full, tapi hari berikutnya langsung lo ganti dengan bahagia. Dan please deh, ganti cara berpikir bahwa marah itu supaya puas, supaya orangnya ngerasain atau supaya ngebales... What are you... 12?
Ayo berhenti menyebarkan negativity.... dan mulai menyebarkan sesuatu yang lebih baik... seperti senyuman and happy thoughts..... For your own good....
Ada beberapa yang akhirnya, hobi banget nulis status di Facebook mereka tentang sesuatu yang sangat-sangat negatif. Ya marah-marah lah, mengumpat, segala macem deh. Emang nggak ada masalah juga sih. Apalagi itu fb juga punya dia. Gue bukannya nggak pernah marah-marah di fb gue, tapi nggak setiap saat juga gue marah-marah. Nggak setiap saat gue mengumpat. nggak setiap saat gue memaki.
Ada yang sangking seringnya ganti status, negatif pula, jadi pas kalau gue buka home gue, bisa isinya dia semua, negatif lagi.
Begini loh, menurut gue, memang bener nggak perlu kita tahan segala amarah, kalo kata nyokap gue bisa jadi kanker. Tapi untuk ngelepasinnya pun menurut gue memang harus ada aturannya juga. Masalahnya gini, dengan sebegitu banyak jumlah negativity yang kita keluarkan di depan orang, otomatis akan memberikan dampak yang negatif juga ke kita. Kalau kita seharian main fb, dan status kita negatif terus, kita akan baca terus itu status. Because it's still gonna be right there, until you change it. Nah masalahnya kalo diganti sama yang negatif juga, sama aja dong berarti. Itu namanya bukan melampiaskan tapi menyimpan.
Belum lagi kalau komentar orang malah mendukung kita untuk menyimpan ke-negatifan itu.. makin lama aja.
Buat gue, untuk melampiaskan aura-aura negatif gue, nggak bisa ke semua orang. Karena kalau gue, kepada siapa atau apa gue melampiaskan aura negatif gue, harus bisa diberikan feed-back yang menetralisir. Itulah kenapa berat untuk menjadi pacar gue. hehehehe....
Karena percuma kalau lo dah setengah idup ngeluarin aura negatif lo, tapi lo nggak jadi tenang. Konsepnya marah-marah kalau buat gue adalah supaya seseorang tau dia salah dan supaya mengeluarkan emosi biar gue lebih tenang. Bukan supaya gue puas. Karena kalau ada seseorang melakukan kesalahan dan gue marahin hanya supaya gue puas, wah kayaknya gue kedengeran seperti anak ABG lagi mau tawuran ya...
Nah terus lagi, menurut gue, kita masing-masing harus belajar gimana caranya membangun pikiran positif sendiri. Ada nggak ada yang netralisir, kita harus bisa menetralkan sendiri. Entah dengan diam atau dengan ngapain gitu. Masalahnya nggak selamanya kita ada temennya pas lagi butuh. Pada saat banyak pikiran negatif, belum tentu selalu ada hal yang menyenangkan di sekitar kita. Jadi kita perlu menciptakan itu sendiri. Toh nggak ada yang kenal kita lebih dari kita sendiri.
Kadang gue bingung dengan orang yang mengeluh terus tentang hidupnya, tentang kesusahannya. Lo mau ngeluh sampe harimau putih berubah jadi pink juga percuma. Nggak bakalan berubah, Kecuali lo bergerak dan melakukan sesuatu. You gotta be able to look at the bright side in every problem you have. Dan liat, masih banyak orang yang punya masalah lebih besar. Being grumpy is a very selfish and childish thing to do. You just gotta stop and be gratefull. Bersyukur. Dan senyum.
Daripada lo tulis di status fb lo makian terus diganti keluhan terus, diganti makian lagi, malah makin bikin lo makin stress, mendingan lo bikin status fb yang panjang isinya makian plus keluhan plus komplit deh, pajang selama 1 hari full, tapi hari berikutnya langsung lo ganti dengan bahagia. Dan please deh, ganti cara berpikir bahwa marah itu supaya puas, supaya orangnya ngerasain atau supaya ngebales... What are you... 12?
Ayo berhenti menyebarkan negativity.... dan mulai menyebarkan sesuatu yang lebih baik... seperti senyuman and happy thoughts..... For your own good....
Jumat, 17 Juli 2009
Negeriku

Hari ini kejadian lagi bom meledak di Kuningan. Di J.W Marriot dan Ritz Carlton. Beberapa pihak berusaha menutupi bahwa ini adalah karena meledaknya jenset. Tapi sepertinya melihat apa yang terjadi sama gedungnya agak nggak mungkin kalau dibilang karena jenset. Belum lagi keterangan dari saksi mata, katanya sampe ada orang bule yang isi perutnya keluar...
Negeriku, negeri cintaku...
Katanya sih ada hubungannya sama tim MU yang mau dateng tanggal 20 juli nanti. Kenapa ya kira-kira... mungkin yang ngebom udah beli kartu perdana 3 selusin, tapi nggak dapet tiket juga kali ya.
Negeriku, negeri cintaku...
Kalau nggak suka, langsung di bom. Kalau nggak terima langsung bom. Kenapa negeriku ini... padahal zaman udah maju begini, menyelesaikan masalah masih pakai bom. Dikasih otak untuk mikir, dik
asih mulut untuk bicara, masih aja sukanya pake kekerasan.Negeriku, negeri cintaku...
mengklaim diri sebagai anti barat. Tapi masih menggunakan produk barat. Masih makan makanan orang Barat. Masih berkiblat ke barat. Hampir semua aspek hidup, semuanya dari Barat. Kenapa bilang anti Barat....
Negeriku, negeri cintaku...
Memangnya kalau pakai bom, aspirasi biasa kesampaian? lihat aja di tivi, semua bertanya-tanya apa dasar kalian membom. Memangnya kalau pakai bom, target kalian tercapai? atau mungkin targetnya hanya untuk membunuh? karena simply, kalian memang pembunuh?
Negeriku, negeri cintaku...
Semoga damai.....
Kamis, 16 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)







